Membiarkan Najis di Masjid, Apakah Berdosa?

1
693

BincangSyariah.Com – Terkadang kita melihat najis di dalam masjid, namun kita tidak membersihkannya, melainkan membiarkan najis tersebut mengering. Apakah kita berdosa dengan membiarkan najis tersebut?

Ketika kita melihat najis di dalam masjid, baik berupa najis mutawassithah maupun mughalladzah, maka kita wajib segera membersihkan dan membasuhnya. Kita tidak boleh membiarkan najis berada di dalam masjid. Hal ini karena masjid bukan tempat najis sehingga jika kita melihatnya, maka kita wajib segera membasuhnya. (Baca: Cara Menghilangkan Najis ketika Bersuci)

Hal ini sebagaimana riwayat yang disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab, dari Anas bin Malik;

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ان هذه المساجد لا تصلح لشيئ من هذا البول ولا القذر انما هي لذكر الله وقراءة القرأن

Rasulullah Saw pernah bersabda; ‘Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas pada kencing dan kotoran ini. Sesungguhnya masjid-masjid ini untuk berzikir kepada Allah dan membaca Al-Quran.

Oleh karena itu, jika kita melihat najis di dalam masjid dan kita membiarkannya tanpa segera dibersihkan, maka kita berdosa. Kita wajib segera membersihkan najis tersebut tanpa perlu menunggu najis itu kering, atau menunggu orang lain, seperti petugas kebersihan atau pengurus masjid.

Hal ini sebagaimana telah difatwakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Al-Fatawa Al-Kubra berikut;

وَسُئِلَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَمَّنْ عَلِمَ بِنَجَاسَةٍ بِمَسْجِدٍ هَلْ يَلْزَمُهُ إعْلَامُ النَّاسِ بِهَا أَوْ بِمَحَلِّهَا؟ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ: مَنْ عَلِمَ بِنَجَاسَةٍ فِي الْمَسْجِدِ لَزِمَهُ إزَالَتُهَا فَوْرًا، وَمَتَى قَصَّرَ فِي ذَلِكَ أَوْ تَرَاخَى فِيهِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ أَثِمَ

Ibnu Hajar Al-Haitami pernah ditanya mengenai seseorang yang mengetahui najis di dalam masjid, apakah wajib baginya memberitahukan masyarakat atau memberitahukan tempatnya? Beliau menjawab bahwa barangsiapa mengetahui najis di dalam masjid, maka wajib baginya untuk segera menghilangkan. Jika dia lalai atau lambat menghilangkan tanpa ada udzur, maka dia berdosa.

Baca Juga :  Hukum Menjual dan Membeli Kotoran Hewan

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.com – Ada anggapan di kalangan masyarakat bahwa benda najis semisal kotoran cicak, atau kotoran kucing yang sudah dalam kondisi kering dihukumi suci, sehingga kita boleh menyentuhnya tanpa perlu menyucikannya terlebih dahulu. Mereka berdalih bahwa bila materi benda najis sudah kering dan sudah hilang baunya, maka sudah tidak menajiskan lagi. Benarkah benda najis yang sudah kering dihukumi suci? (Baca: Membiarkan Najis di Masjid, Apakah Berdosa?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here