Memberikan Mahar dengan Hafalan Alquran, Bolehkah?

0
542

BincangSyariah.Com – Menghafal Alquran adalah salah satu amal kebaikan yang kini mulai digemari generasi milenial. Belakangan, mereka juga disaksikan dengan berita di mana pada hafidz (penghafal Alquran) menjadikan hafalan Alquran sebagai mahar di hari pernikahannya. Fenomena tersebut nyatanya mulai banyak ditiru oleh saudara atau masyarakat sekitar. Lantas, bolehkan mahar pernikahan berupa hafalan Alquran?

Dalam hal ini, kita menemukan perbedaan pendapat dari berbagai kalangan ulama. Hanafiyah dan Malikiyah tidak memperbolehkan hafalan Alquran menjadi mahar pernikahan, namun Syafi’iyah menyatakan boleh. Syafi’iyah berpendapat seperti itu berdasarkan pengalaman Rasulullah yang pernah menikahkan wanita dengan mahar yang dimiliki lelaki tersebut.

Hadis dari Sahl bin Sa’ad menceritakan bahwa ada seorang wanita yang mengajukan dirinya untuk dinikahi Rasulullah, namun beliau menolaknya. Lantas ada seorang lelaki yang menawarkan diri untuk bisa menikahi wanita tersebut kepada Rasulullah. Dalam hadisnya disebutkan sebagai berikut:

هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ؟ قَالَ: لاَ وَاللهِ، يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقالَ: اذْهَبْ إِلَى أَهْلِكَ، فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا. فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: لاَ وَاللهِ، مَا وَجَدْتُ شَيْئًا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : انْظُرْ وَلَوْ خَاتَماً مِنْ حَدِيْدٍ. فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ، فَقَالَ: لاَ وَاللهِ، يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ خَاتَماً مِنْ حَدِيْدٍ، وَلَكِنْ هَذَا إِزَارِي فَلَهَا نِصْفُهُ. فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ : مَا تَصْنَعُ بِإِزَارِكَ، إِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ، وَإِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ مِنْهُ شَيْءٌ. فَجَلَسَ الرَّجُلُ حَتَّى إِذَا طَالَ مَجْلِسَهُ قَامَ، فَرَآهُ رَسُوْلُ للهِ مُوَالِيًا فَأَمَرَ بِهِ فَدُعِيَ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: مَاذَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ؟ قال: مَعِيْ سُوْرَةُ كَذَا وَسُوْرَة كَذَا –عَدَّدَهَا- فَقاَلَ: تَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: اذْهَبْ، فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ

Apakah engkau memiliki sesuatu untuk dijadikan mahar? Tidak demi Allah wahai Rasulullah  jawabnya. Pergilah ke keluargamu, lihatlah mungkin engkau mendapatkan sesuatu, pinta Rasulullah. Lelaki itupun pergi dan tak lama kemudian ia kembali, Demi Allah, saya tidak menemukan sesuatu apapun ujarnya. Rasulullah bersabda: carilah walaupun hanya berupa cincin besi. Lelaki itupun pergi lagi dan tak lama kemudian ia kembali, Demi Allah wahai Rasulullah, saya tidak mendapatkan walaupun cincin besi, tapi ini sarung saya, setengahnya untuk wanita ini. Apa yang dapat kau perbuat dengan izarmu? Jika engkau memakainya berarti wanita ini tidak mendapat sarung itu. Dan jika dia memakainya berarti kamu tidak memakai sarung itu. Laki-laki itu pun duduk hingga tatkala telah lama duduknya, ia bangkit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya berbalik pergi, maka beliau memerintahkan seseorang untuk memanggil laki-laki tersebut. Ketika ia telah ada di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bertanya, “Apa yang kau hafal dari Alquran?Saya hafal surah ini dan surah itu, jawabnya. “Benar-benar engkau menghafalnya di dalam hatimu?” tegas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Iya,” jawabnya.“Bila demikian, baiklah, sungguh aku telah menikahkan engkau dengan wanita ini dengan mahar berupa surah-surah Alquran yang engkau hafal,” kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keterangan tersebut memberikan penjelasan kepada kita semua bahwa hafalan Alquran bisa untuk dijadikan mahar pernikahan. Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani menjelaskan bahwa hafalan yang ada pada lelaki tersebut bisa layak untuk menikahi istrimu dan membuatnya mulia. Karena si suami adalah seorang penghafal Alquran atau mengafal sebagiannya. Namun yang lebih bagus lagi jika tidak sekedar membacakannya saja, melainkan juga mengajarkan. Sebagaimana Ibnu Baththal memberikan keterangan dari hadis tersebut sebagai berikut,

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk K.H. Maimoen Zubair

يدل أنه يجوز أن يكون تعليم القرآن وسورة منه مهرًا؛ لأن تعليم القرآن يصح أخذ الأجرة عليه، فجاز أن يكون صداقًا

hadits tersebut menunjukkan bolehnya mengajarkan Al Quran dan surat-suratnya sebagai mahar. Karena mengajarkan Al Quran itu boleh diambil upah darinya, maka boleh dijadikan mahar”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here