Hukum Memberikan Hadiah untuk Konsumen

0
71

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa di momen tertentu, seperti momen menjelang lebaran, atau momen ulang tahun toko dan perusahaan, biasanya pemilik toko akan memberikan hadiah tertentu kepada para konsumen yang biasa belanja dan membeli di toko tersebut. Bagaimana hukum memberikan hadiah untuk konsumen?

Memberikan hadiah untuk konsumen hukumnya adalah boleh, tidak makruh juga tidak haram. Pemilik toko boleh memberikan hadiah kepada konsumen kapan saja, baik di momen lebaran atau lainnya. Baik bertujuan agar konsumen lebih giat lagi untuk berbelanja dan membeli, atau untuk menjalin hubungan yang lebih baik, hukumnya sama-sama dibolehkan. (Baca: Kemitraan Produsen-Konsumen dalam Peningkatan Omzet Menurut Islam)

Bahkan jika hendak berterima kasih kepada konsumen karena telah berbelanja dan membeli di toko miliknya, maka hal itu hukumnya sunnah. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwatiyah berikut;

نَصَّ الشَّافِعِيَّةُ عَلَى أَنَّ الْهَدَايَا بَيْنَ الرَّعَايَا بَعْضِهِمْ بَعْضًا إِنْ كَانَتِ الْهَدِيَّةُ لِطَلَبٍ آجِلٍ أَوْ عَاجِلٍ هُوَ مَالٌ أَوْ مَوَدَّةٌ فَهُوَ جَائِزٌ، وَفِي بَعْضِ الصُّوَرِ مُسْتَحَبٌّ

Ulama Syafiiyah menegaskan bahwa hadiah antara satu rakyat dengan rakyat lainnya, jika hadiah bertujuan mendapatkan manfaat jangka pendek yaitu harta atau manfaat jangka panjang yaitu hubungan baik, maka hukumnya adalah boleh. Dalam beberapa bentuk, hukumnya sunnah.

Begitu juga boleh bagi konsumen menerimanya. Bahkan jika pemilik toko memberikan hadiah dengan tujuan untuk menjalin hubungan baik, maka konsumen dianjurkan menerimanya. Sebaliknya, tidak dianjurkan menolaknya. Ini karena Nabi Saw melarang menolak hadiah dari orang lain.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata;

أَجِيبُوا الدَّاعِىَ وَلاَ تَرُدُّوا الْهَدِيَّةَ وَلاَ تَضْرِبُوا الْمُسْلِمِينَ

Hadirilah undangan orang yang mengundang, jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin.

Baca Juga :  Bantahan terhadap Klaim Tentara Thagut

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Nabi Saw selalu menerima pemberian dan hadiah dari orang lain. Di antaranya adalah hadis riwayat  Imam Al-Tirmidzi dari Sayyidina Ali, dia berkata;

أهدى كسرى لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقبل منه وأهدى له قيصر فقبل ، وأهدت له الملوك فقبل منها

Sesungguhnya Kisra atau raja Persia memberi hadiah kepada Nabi Saw dan beliau menerimanya. Kaisar Romawi memberi hadiah kepada Nabi Saw dan beliau menerimanya, dan raja-raja lain juga memberi hadiah kepada beliau dan beliau menerima hadiah tersebut dari mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here