Hukum Memberikan Barang Pemberian Orang Lain

0
38

BincangSyariah.Com – Ketika kita diberi sesuatu atau barang tertentu oleh seseorang, terkadang kita memberikan barang pemberian tersebut kepada orang lain. Terkadang hal ini membuat kecewa orang yang memberi karena merasa barang pemberiannya tidak dihargai. Sebenarnya, bagaimana hukum memberikan barang pemberian orang lain, apakah boleh?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa ketika seseorang memberikan barang tertentu kepada kita, maka kita wajib menggunakan barang tersebut sesuai keinginan dan tujuan yang diucapkan oleh pemberi. (Baca: Hukum Memberi Hadiah Saat Hadiri Walimah Khitan)

Misalnya, seseorang memberikan jam tangan kepada kita dan dia berpesan agar jam tangan tersebut hanya untuk dipakai saja, maka kita tidak boleh menjualnya atau memberikan kepada orang lain. Kita hanya berhak menggunakan jam tangan tersebut sesuai keinginan yang diucapkan oleh pemberi, yaitu untuk dipakai saja, bukan yang lain termasuk diberikan kepada orang lain.

Namun jika pemberi tidak mengucapkan tujuan dia memberikan barang tersebut, atau mengucapkan tujuannya namun hanya sekedar basa-basi saja, maka barang pemberiannya boleh kita gunakan sesuai keinginan kita. Boleh kita berikan kepada orang lain, boleh kita simpan, dan juga boleh kita menjualnya.

Misalnya, seseorang memberi jam tangan kepada kita sambil mengucapkan ‘ini jam tangan biar bisa kamu pakai saat kondangan’, namun dia mengucapkan hal itu hanya untuk basa-basi, atau tidak mengucapkan tujuan apapun, maka kita boleh menjual jam tangan tersebut atau memberikannya kepada orang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan kitab Hasyiatal Qalyubi wa ‘Umairah berikut;

مَتَى حَلَّ لَهُ الْأَخْذُ وَأَعْطَاهُ لِأَجْلِ صِفَةٍ مُعَيَّنَةٍ لَمْ يَجُزْ لَهُ صَرْفُ مَا أَخَذَهُ فِي غَيْرِهَا فَلَوْ أَعْطَاهُ دِرْهَمًا لِيَأْخُذَ بِهِ رَغِيفًا لَمْ يَجُزْ لَهُ صَرْفُهُ فِي إدَامٍ مَثَلًا أَوْ أَعْطَاهُ رَغِيفًا لِيَأْكُلَهُ لَمْ يَجُزْ بَيْعُهُ وَلَا التَّصَدُّقُ بِهِ وَهَكَذَا إلَّا إنْ ظَهَرَتْ قَرِينَةٌ بِأَنْ ذَكَرَ الصِّفَةَ لِنَحْوِ تَجَمُّلٍ كَقَوْلِهِ لِتَشْرَبَ بِهِ قَهْوَةً مَثَلًا فَيَجُوزُ صَرْفُهُ فِيمَا شَاءَ

Baca Juga :  Hukum Meminta Sumbangan di Jalan Raya

Artinya:

Ketika seseorang halal mengambil pemberian, dan pemberi memberikan agar dibelanjakan pada sesuatu tertentu, maka tidak boleh baginya menggunakan pemberian tersebut untuk sesuatu yang lain.

Misalnya, pemberi memberikan uang agar digunakan untuk membeli roti, maka dia tidak boleh menggunakannya untuk membeli lauk pauk. Atau pemberi memberikan roti untuk dimakan, maka dia tidak boleh menjualnya atau mensedekahkan pada orang lain.

Ini kecuali ada bukti lain bahwa pemberi mengucapkan hal itu hanya sekedar tajammul atau basa-basi, seperti ucapan ‘ini uang untuk beli kopi’, maka penerima boleh menggunakan pemberian tersebut untuk membeli apa saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here