Benarkah Hukum Memberi Salam pada Non-Muslim itu Haram?

1
841

BincangSyariah.Com – Sebagian Muslim di Indonesia ada yang beranggapan bahwa memberi salam pada non-Muslim itu mutlak haram. Sehingga mereka beranggapan bahwa saat kita berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga yang non-Muslim itu tidak perlu memberi salam dengan mengucapkan assalamu’alaikum. Cukup permisi saja misalnya. Benarkah demikian? (Baca: Bernarkah Muslim Tidak Boleh Bekerja pada Non-Muslim?)

Imam al-Thabari melalui sebuah riwayat yang berasal dari Sufyan Ibn ‘Uyainah menyebutkan bahwa boleh memulai salam terhadap zimmi (non-Muslim yang berdampingan dan tidak saling memusuhi dengan Muslim) karena mengamalkan keumuman firman Allah yang terdapat dalam Surah al-Mumtahanah ayat ke-7, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak pula mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil ”.

Ayat ini juga dikutip oleh Yusuf al-Qardhawi dalam karyanya Fi Fiqh al-Aqalliyat al-Muslimah dalam membolehkan umat Islam untuk mengucapkan salam kepada non muslim sebagai upaya menjaga perdamaian antar umat manusia.

Imam Ibn Hajr al-Atsqalani mengutip sebuah riwayat yang berasal dari Ibn Abi Syaibah dari jalur ‘Aun ibn Abdillah, dari Abdillah ibn Ka’ab bahwasanya ia pernah bertanya kepada Umar Ibn Abd al-Aziz tentang hukum memulai salam terhadap zimmi, lalu beliau menjawab, “kita balas salam mereka tanpa memulainya karena mengamalkan Surah al-Zukhruf ayat ke-89, “maka berpalinglah dari mereka (orang-orang kafir tersebut) dan ucapkan salam (selamat tinggal)”.

Demikian juga dengan sebuah riwayat yang berasal dari Abu Umamah di mana ia selalu memberi salam terhadap siapapun yang ia temui. Ketika ditanya terkait persoalan tersebut, ia menjawab, “sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai bentuk penghormatan bagi umat lslam dan perdamaian untuk non muslim di antara kita”.

Berdasarkan riwayat-riwayat tersebut, maka tidak benar kiranya Islam mengajarkan segala bentuk tindakan tidak terpuji kepada umat lain yang tidak menganggu keberadaan mereka. Jangankan untuk membunuh non muslim, menyakiti mereka saja dianggap sebagai hal yang sangat terlarang dalam Islam.

Hal ini karena Rasulullah dan sahabat  tidak pernah dan selalu mendiskriminasikan semua non muslim. Bahkan beliau menjalin hubungan yang sangat baik dengan orang Yahudi dan Nashrani yang berada di Mekah ataupun Madinah pada masa hidupnya.

Selain itu, sebagian umat Islam saat ini juga ada yang tinggal di beberapa Negara Eropa dan Amerika yang notabenenya merupakan non muslim. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka dalam menjalankan ajaran Islam kalau hal yang sama juga dilakukan oleh umat non muslim tersebut kepada mereka yang berada di sana. Allahu A’lam

100%

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.com – Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat plural yang tidak hanya didominasi pemeluk agama Islam saja, namun juga ada pemeluk agama lain yang hidup berdampingan dengan kita. Hal ini meniscayakan adanya interaksi sosial antar pemeluk agama yang berbeda, serta menumbuhkan rasa solidaritas dan semangat toleransi di antara mereka. Sungguh begitu, mereka tetap bisa hidup guyub berdampingan secara tentram, akrab, dan rukun. Salah satu interaksi yang sering ditemui adalah tatkala seorang kolega non-Muslim mendoakan kebaikan atas kita, lantas bolehkah kita mengaminkan doa tersebut? (Baca: Benarkah Hukum Memberi Salam pada Non-Muslim itu Haram?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here