Membeli Tanah Kepada Non-Muslim untuk Dijadikan Tempat Kuburan, Apakah Boleh?

0
752

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, jenazah dianjurkan untuk dikuburkan di tempat pemakaman kaum musilimin. Namun di beberapa daerah, terdapat sebagian orang muslim yang harus membeli tanah kepada non-muslim untuk dijadikan tempat kuburan kerabatnya. Ada sebagian Muslim di Indonesia yang kaku beranggapan bahwa berinteraksi sosial dengan non-Muslim, termasuk jual-beli tanah, itu tidak diperbolehkan. Sebenarnya, bagaimana hukum membeli tanah kepada non-muslim untuk dijadikan tempat kuburan, apakah boleh?

Membeli tanah untuk dijadikan tempat kuburan, baik kuburan umum maupun kuburan pribadi, hukumnya diperbolehkan dalam Islam. Tidak masalah kita membeli tanah khusus dan kemudian kita berwasiat agar dikuburkan di tanah yang sudah kita beli tersebut.

Bahkan hal itu pernah dilakukan oleh Sayidina Utsman bin Affan, Sayidah Aisyah, dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka membeli tanah tertentu dan kemudian berwasiat untuk dikuburkan di tanah tersebut.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni berikut;

وسئل أحمد عن الرجل يوصي أن يدفن في داره قال: يدفن في المقابر مع المسلمين، إن دفن في داره أضر بالورثة. وقال: لا بأس أن يشتري الرجل موضع قبره، ويوصي أن يدفن فيه، فعل ذلك عثمان بن عفان، وعائشة، وعمر بن عبد العزيز – رضي الله عنهم

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang berwasiat untuk dikuburkan di dalam rumahnya. Beliau menjawab; Dia harus dikuburkan di tempat pemakaman kaum muslimin. Jika dikuburkan di dalam rumahnya, maka hal itu akan mengganggu ahli warisnya. Beliau juga berkata; Tidak masalah seseorang membeli tempat untuk kuburannya, dan berwasiat untuk dimakamkan di sana. Ini pernah dilakukan oleh Sayidina Utsman bin Affan, Aisyah, dan Umar bin Abdul Aziz. (Baca: Bolehkah Non-Muslim Berziarah ke Kuburan Orang Muslim?)

Baca Juga :  Apakah Denda Pembayaran Listrik Pascabayar Termasuk Riba?

Bahkan disebutkan bahwa tanah yang dijadikan tempat kuburan Umar bin Abdul Aziz dibeli dari seorang pendeta dengan harga 10 dinar. Ini menunjukkan bahwa membeli tanah kepada non-Muslim untuk dijadikan kuburan hukumnya boleh. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hilyatul Awliya’ berikut;

أَمَرَنَا أَنْ نَشْتَرِيَ، مَوْضِعَ قَبْرِهِ فَاشْتَرَيْنَاهُ مِنَ الرَّاهِبِ

Umar bin Abdul Aziz memerintahkan kami untuk membeli tanah tempat kuburannya, kemudian kami membelinya dari seorang pendeta.

Dengan demikian, membeli tanah untuk dijadikan tempat kuburan hukumnya diperbolehkan, meskipun membeli kepada Non-Muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here