Hukum Menghadap dan Membelakangi Kiblat saat Buang Hajat

0
877

BincangSyariah.Com – Di antara adab ketika buang hajat adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Ayyub Alanshori, Nabi Saw. bersabda;

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا

“Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya.”

Namun demikian, kapan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat dilarang?

Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu menyebutkan empat pendapat terkait hukum menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat.

Pertama, menurut Imam Syafii, haram hukumnya ketika buang hajat di tempat terbuka. Akan tetapi jika buang hajat di tempat tertutup, seperti di tempat kamar mandi yang tertutup bangunan, maka hukumnya boleh.

Kedua, haram hukumnya ketika buang hajat baik di tempat terbuka maupun tertutup. Hal ini sebagaimana pendapat Abu Ayyub Alanshori, Mujahid, Nakha’i, Atstsauri.

Ketiga, boleh buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat, baik di tempat terbuka maupun tertutup. Pendapat ini dikatakan oleh sahabat urwah bin zubair, rabi’ah, dan daud dhahiri.

Keempat, haram menghadap kiblat dan boleh membelakanginya, baik di tempat terbuka maupun tertutup. Pendapat ini dalam salah satu riwayat dikatakan oleh Imam Abu Hanifah.

Baca Juga :  Hukum Memakai Peci saat Buang Air Besar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.