Hukum Membantu Menguburkan Jenazah Non-Muslim dalam Islam

0
781

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, apakah kita boleh membantu menguburkan jenazah non-muslim, meskipun tidak ada hubungan kerabat dengan kita? (Baca: Ambulance Masjid untuk Mengantar Jenazah Non-Muslim, Apakah Boleh?)

Dalam Islam, kita dibolehkan menguburkan jenazah non-muslim, meskipun tidak ada hubungan kerabat dengan kita. Kita tidak dilarang untuk mengurus jenazah non-muslim, mulai dari memandikan, mengafani, mengantarkan ke kuburan dan menguburkannya.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi mengatakan dengan tegas kebolehan mengurus jenazah non-muslim sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

في غسل الكافر ذكرنا أن مذهبنا أن للمسلم غسله ودفنه واتباع جنازته

]Mengenai memandikan jenazah non-muslim. Kami telah menyebutkan bahwa pendapat madzhab kami mengatakan boleh bagi orang muslim untuk memandikan jenazah non-muslim, menguburkan dan menyertainya hingga ke kuburan.

Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafii juga membolehkan menguburkan jenazah non-muslim. Beliau berkata sebagai berikut;

لا بأس أن يغسل المسلم إذا قرابته من المشركين ، ويتبع جنائزه ، ويدفنه ولكن لا يصلي عليه ، وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر عليا رضي الله عنه بغسل أبي طالب

Tidak masalah bagi orang muslim untuk memandikan jenazah kerabatnya yang musyrik, menyertai jenazahnya dan menguburkannya. Hanya saja tidak boleh menyalatinya. Hal tersebut karena Nabi Saw menyuruh Sayidina Ali untuk memandikan Abu Thalib.

Dalil yang dijadikan dasar kebolehan menguburkan jenazah non-muslim adalah hadis riwayat Imam Ahmad, dari Ali bin Abi Thalib, dia berkata;

لمــَّا تُوُفِّيَ أَبُوْ طَالِبٍ أَتَيْتُ النَّبيَّ صلى الله عليه و سلم فَقُلْتُ: إِنَّ عَمَّكَ الشَّيْخَ الضَّالَّ قَدْ مَاتَ فَمَنْ يُوَارِيْهِ قَالَ: اذْهَبْ فَوَارِهِ ثُمَّ لاَ تُحَدِّثْ شَيْئًا حَتىَّ تَأْتِيَنيِ فَقَالَ: إِنَّهُ مَاتَ مُشْرِكًا فَقَالَ: اذْهَبْ فَوَارِهِ قَالَ: فَوَارَيْتُهُ ثُمَّ أَتَيْتُهُ قَالَ: اذْهَبْ فَاغْتَسِلْ ثُمَّ لاَ تُحَدِّثْ شَيْئًا حَتىَّ تَأْتِيَنيِ قَالَ: فَاغْتَسَلْتُ ثُمَّ أَتَيْتُهُ قَالَ: فَدَعَا لىِ بِدَعَوَاتٍ مَا يَسُرُّنيِ أَنَّ ليِ بِهَا حُمُرَ النَّعَمِ وَ سُوْدَهَا قَالَ: وَ كَانَ عَلِيٌّ إِذَا غَسَلَ اْلمـَيِّتَ اغْتَسَلَ

Baca Juga :  Hadis Mengenai Hujan yang Turun Siang dan Malam

Artinya:

Ketika Abu Thalib wafat, aku datang kepada Nabi Saw dan aku berkata; Sesungguhnya pamanmu yaitu orang tua yang sesat sungguh-sungguh telah mati, maka siapakah yang akan menguburkannya?

Beliau bersabda; Pergi dan kuburkanlah lalu janganlah kamu berkata sesuatupun hingga kamu mendatangiku. Ali berkata; Sesungguhnya dia wafat dalam keadaan musyrik. Beliau bersabda; Pergi dan kuburkanlah.

Ali berkata; Kemudian akupun menguburkannya lalu mendatangi Nabi Saw. Beliau bersabda; Pergi dan mandilah lalu janganlah kamu berkata sesuatupun hingga kamu mendatangiku.

Ali berkata; Lalu akupun mandi kemudian mendatangi beliau. Ali berkata; Maka beliau mendoakan kebaikan kepadaku dengan beberapa doa yang membuatku bahagia seakan aku memiliki unta merah dan hitamnya. Abdurrahman Al-Silmi berkata; Ali biasanya mandi apabila telah memandikan mayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here