Membaca Shalawat agar Selamat dari Murka Allah dan Aliran Sesat

1
508

BincangSyariah.com – Allah Swt menganugerahi umat Nabi Muhammad Saw dengan dua pusaka yang menjadi jaminan keamanan dari azab Allah di dunia, yaitu Nabi Muhammad Saw sendiri dan istighfar. Allah menegaskan jaminan tersebut di dalam firman-Nya, surat al-anfal, ayat 33. Allah berfirman :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”

Dahulu, orang-orang kafir Quraisy sering meminta kepada Nabi Muhammad Saw agar diturunkan azab kepada mereka untuk membuktikan kebenaran ajarannya. Namun, Allah tidak mengazab mereka karena Nabi berada diantara mereka. Konon ketika orang-orang kafir Quraisy mengetahui adanya wahyu tersebut, mereka semakin menjadi-jadi kedurhakaannya. Karena menurut mereka, jika memang apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw adalah kebenaran, maka sesuai bunyi ayat diatas mereka tidak akan di azab, apalagi jika yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw adalah kedustaan.

Sepeninggal Nabi Muhammad Saw, jaminan keamanan tersebut tinggal satu yaitu istighfar. Namun, bagi orang-orang beriman yang mengamalkan ajarannya, dua jaminan keamanan itu masih tetap eksis sampai sekarang. Karena bagi orang-orang beriman, sosok Nabi Muhammad Saw masih hidup di hati mereka dalam wujud cinta terhadap beliau. Kecintaan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk pengamalan terhadap ajaran yang ditinggalkannya. Itulah jaminan keamanan sesungguhnya dari siksa di dunia dan akhirat.

Selain dengan mengamalkan ajarannya, kecintaan terhadap Nabi Muhammad Saw dapat diwujudkan dengan memperbanyak bersolawat kepada beliau. Sebagaimana diketahui, banyak sekali riwayat yang menyebutkan tentang keutamaan membaca sholawat. Bahkan, Sayyid Muhammad Al-Maliki r.a di dalam kitabnya, Khosho’is al-Ummah Al-Muhammadiyah (hal. 248) menyebutkan setidaknya ada tiga puluh sembilan keutamaan membaca sholawat. Dua di antaranya adalah :

Baca Juga :  Simak Penjelasan Hadis tentang Tiga Keistimewaan Surah Al-Kahfi

أنها سبب لغفران الذنوب وكفاية الله العبد ماأهمه

“Sesungguhnya sholawat menjadi sebab pengampunan dosa-dosa dan kecukupan dari Allah atas apa yang menjadi keinginan hamba”

Dari dua keutamaan shalawat diatas, sebenarnya kita dapat menarik satu kesimpulan bahwa shalawat juga dapat menjadi pengganti Rasulullah Saw dalam hal dapatnya meredam murka Allah. Bagaimana tidak, padahal dengan membaca shalawat dosa-dosa kita akan diampuni, dan sesuai janji Allah bahwa orang-orang yang dosanya telah diampuni tidak akan disiksa, baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, dengan membaca sholawat keinginan kita akan dicukupi oleh Allah. Sedangkan salah satu keinginan kita yang terbesar adalah terbebas dari azab baik di dunia maupun di akhirat, dan Allah akan mencukupi keinginan itu untuk kita dengan sebab membaca sholawat kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Bahkan, menurut salah satu kiai saya, shalawat juga dapat menyelamatkan kita dari murka Allah serta aliran atau pemikiran sesat. Barangkali kita bertanya-tanya bagaimana shalawat dapat menyelamatkan kita dari aliran atau pemikiran sesat? Kisah antara saya dan kiai saya di bawah ini mungkin dapat menjelaskan hal itu,

عندما تلقيت مع عمي الشيخ مسحافل ابن البوصيري المدوري حفظه الله وانا ابن أربعة عشر سنين قال لي يا غلام سيأتي زمان عليك كثير فيه فرقة و فكرة ضالة مضلة محيرة تعجبك اقوال صاحبها ماذا تفعل حينئذ يا غلام؟ سألني وانا ساكت ما قلت شيأ  حتى أجابه لنفسه. قال حين إذ بلغت ذاك الزمان أكثر اي أضعف الصلاة و السلام على النبي صلى الله عليه وسلم. لماذا الصلاة والسلام على النبي؟ لان الصلاة رحمة و السلام سلامة وكلما صليت و سلمت على النبي ردهما اليك فصلاة النبي و سلامه اليك دعاء لك و دعائه مستجاب فإن شاء الله مازلت في رحمة الله و سلامته باعدا عن كل شيئ يضلك عن سبيل الله مادام تصلي و تسلم على النبي صلى الله عليه و سلم

Baca Juga :  Sudah Ihram, Tapi Gagal Melanjutkan Rangkaian Umrah Akibat Wabah Corona, Apakah Wajib Mengulang Umrah?

Ketika saya belajar kepada paman saya, Kiai Mashafil Bushiri, semoga Allah menjaganya, pada saat itu usia saya sekitar 14 tahun. Beliau berkata “Nak, suatu saat nanti akan datang suatu zaman atas dirimu, diamana terdapat banyak sekali perpecahan dan pemikiran, yang sesat dan menyesatkan serta membingungkan dirimu. Kamu merasa takjub dengan cara mereka menyampaikan gagasan (pemikiran) sesatnya. Apa yang perlu kamu lakukukan saat itu, nak? Beliau bertanya kepada saya, sedangkan saya hanya terdiam, tidak menjawab sepatah katapun, hingga beliau menjawabnya sendiri.

Beliau berkata “jika kamu menemui zaman itu, maka perbanyaklah membaca shalawat dan salam kepada Nabi Saw. kenapa membaca shalawat dan salam? Karena shalawat merupakan rahmat dan salam adalah keselamatan. Ketika kamu mengirimkan shalawat dan salam kepada Nabi Saw, beliau akan menjawab sholawat dan salam kamu. Sedangkan sholawat dan salam Nabi Saw atasmu merupakan doa bagimu dan doa Nabi Saw pasti diijabah oleh Allah. Maka insyaallah, kamu akan senantiasa berada dalam ramhat dan kesalamatan-Nya, dijauhkan dari segala hal yang menyesatkanmu dari jalan Allah Swt, selama kamu membaca shalawat dan salam kepada Nabi Saw”.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here