Membaca HAM dalam Pandangan Imam al-Ghazali

0
23

BincangSyariah.Com – Desember merupakan salah satu bulan yang dipenuhi hari-hari penting di Indonesia. Sebagai bulan penghujung di tahun Masehi ini, setidaknya ada 16 hari penting yang kita peringati pada bulan Desember. Pada 10 Desember lalu bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia sedunia.

Berbicara perihal HAM, dalam konteks hukum islam terdapat satu kajian hukum yang berbanding lurus dengan HAM, yaitu Maqhasid Syariah. Menurut Prof Wahbah Zuhaili Maqashid Syariah merupakan subtansi-subtansi dan tujuan yang diperhatikan dalam perumusan hukum. Sedangkan Yusuf Qardlawi mengatakan, Maqhasid Syariah adalah tujuan yang hendak dicapai teks-teks syariat untuk merealisasikannya dalam kehidupan manusia baik dalam ranah individu maupun jamak orang

Imam al-Ghazali secara gamblang mengerucutkan Maqshid Syariah bisa tercapai jika lima prinsip berikut ini terwujud.

ومقصود الشرع من الخلق خمسة وهو أن يحفظ عليهم دينهم ونفسهم وعقلهم ونسلهم ومالهم فكل ما يتضمن حفظ هذه الأصول الخمسة فهو مصلحة وكل ما يفوت هذه الأصول فهو مفسدة ودفعها مصلحة

“Tujuan syariat kepada makhluk-Nya ada lima yaitu menjaga agama, melibdungi jiwa, merawat akal, melestarikan keturunan dan memproteksi harta. Maka kemaslahatan akan berjalan lurus manakala lima hal ini terwujud, dan bisa saja mengundang kesengsaraan jika abai terhadap lima prinsip ini.” (mushtasfa, karya imam al-ghazali)

Dalam penggalan ungkapannya, al-Ghazali secara tegas mengatakan bahwa kemaslahatan yang dikehendaki syariat tidak lain merupakan melindungi agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Maqashid yang dimaksud al-Ghazali bukan maslahat yang dipresepsikan manusia pada umumnya. Sebab maslahat model ini hanya berorientasi untuk meraih tujuan semu manusia, tidak berorientasi untuk mencapai tujuan abadi.

Kemunculan Maqhasid Syari’ah, sebagaimana kemunculan ilmu-ilmu lainnya, berangsur-angsur dan tidak utuh dalam satu paket kajian tersendiri. Tidak ada kesepekatan mengenai siapa yang pertama kali menggunakan Maqhasid Syariah sebagai metode kajian hukum. Salah satu ulama yang ditengarai memberi sumbangsi besar terhadap kajian Maqhasid Syariah adalah Imam al-Ghazali.

Sementara Imam Haramin juga digadang-gadang sebagai ulama yang pertama kali menyuarakan Maqhasid Syariah karena beliau lebih dahulu masanya ketimbang Imam Ghazali.

Namun, sang Hujjatul Islam menunjukkan keterkatian kuat dalam menulis kajian Maqashid ini secara gamblang. Ghazali merupakan ulama yang pertama kali menggaungkan lima diskursus sebagaimana di atas, yaitu perihal menjaga agama, melindungi jiwa, merawat akal, melestarikan keturunan dan memproteksi harta. Lima prinsip inilah yang selaras dengan jargon HAM.

Selanjutnya, mari kita tilik tema ham pada tahun 2020 ini, “Recover Better Stand Up for Human Righits”. Fokus dari tema ini untuk memastikan terpenuhinya segala kebutuhun selama masa pandemic dan menambah rasa perhatian kita kepada sesama. Hal ini jelas senada dengan jargon hifzhun nafs (melindungi jiwa) seperti yang disampaikan Imam Ghazali. Melihat semua syariat dalam islam juga bertujuan mengatur hambanya agar berinteraksi secara elegan.

Hemat saya, ketika kita membaca lima prinsip Maqhasid Syariah berarti sama saja kita sedang menyuarakan hak asasi manusia. Terakhir, saya ucapkan selamat hari hak asasi manusia. Selamat menyambut maqhasid Syariah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here