Membabat Habis Tanaman Karena Harga Turun, Apa Hukumnya?

0
168

BincangSyariah.Com – Aksi petani sayur di Tambesi, Batam menjadi perbincangan di lini media massa. Yusuf, sebagai Ketua Kelompok Tani Tambesi, membabat habis tanaman sayurnya lantaran kecewa dengan harga sayur yang turun. Lalu bagaimana dalam pandangan syariat Islam?

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَ لَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ, وَ إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Menakjubkan pada perkara seorang mukmin sesungguhnya perkara bagi orang mukmin adalah kebaikan, dan tidaklah itu didapatkan melainkan oleh seorang mukmin: jika dia mendapatkan kesenangan (nikmat) dia bersyukur maka itu adalah kebaikan baginya dan jika kesulitan (musibah) menimpanya kemudian dia bersabar maka itu adalah kebaikan baginya. (HR. Imam Muslim lihat kitab Riyadhush Shalihin hadis no.27).

Mengacu pada hadis tersebut bahwa apapun yang menimpa kaum mukmin adalah kebaikan. Sebagai orang mukmin harus menerima dengan lapang dan penuh rasa syukur. Begitu pula ketika seorang petani sedang tertimpa musibah, misalnya harga murah sehingga hasil panen tidak sesuai dengan biaya produksinya. Sebenarnya, apabila terjadi kondisi seperti ini adalah tidak lain kecuali ujian kepada orang-orang yang beriman.

Apalagi, kita sebagai manusia hanya dapat berusaha. Secerdik apapun kita berpikir, Allah jualah yang menentukan hasil akhir. Artinya, tindakan meluapkan kekecewaan dengan menebang tanaman atau sayuran karena harga murah tidak sesuai dengan syariat. Sebab meluapkan emosi dengan menebang liar sayuran tidak akan menambah penghasilan. Justru malah akan merugikan diri sendiri.

Umat Islam selalu lekat dengan konsep barakah dan keberkahan ini tidak bisa diukur dari banyak-sedikitnya material atau tinggi-rendah harga hasil panen. Salah satu cara agar tanaman menjadi berkah, penting untuk mengikuti isyarat dalam Al-Quran Surah al-Kahfi: 39.

Baca Juga :  Apakah Asap Sate Babi Najis?

وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). (QS. al-Kahfi: 39).

Selain itu, juga terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah agar orang Islam dikarunia panen yang berkah. Sebagaimana telah ditulis Moh. Juriyanto berjudul Doa Ketika Melihat Tanaman Baru Berbuah di bincangsyariah.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here