Hukum Memasuki Masjidil Haram bagi Non-Muslim

2
1174

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, bagaimana hukum non-muslim memasuki Masjidil Haram? Para ulama berbeda pendapat terkait hukum non-muslim memasuki Masjidil Haram. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini. (Hukum Masuk Masjid bagi non-Muslim)

Pertama, menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, non-muslim tidak boleh memasuki tanah haram Mekkah, terutama Masjidil Haram. Menurut mereka, jika ada non-muslim hendak memasuki tanah haram Mekkah, apalagi hendak memasuki Masjidil Haram, maka ia harus dicegah oleh kaum muslim. (Hukum Menginap di Masjid bagi Non-Muslim)

Pendapat ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

وقال الشافعية والحنابلة: يمنع غير المسلم ولو لمصلمة من دخول حرم مكة لقوله تعالى يا ايها الذين امنوا انما المشركون نجس فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا. وقدورد في الاثر: الحرم كله مسجد

Ulama Syafiiyah dan Hanabilah berkata; ‘Non-muslim harus dicegah masuk tanah haram Mekkah, meski ada maslahah. Ini berdasarkan firman Allah, ‘Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis sehingga mereka tidak boleh mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini.’ Juga terdapat sebuah atsar, ‘Tanah haram seluruhnya adalah masjid.’

Kedua, menurut Imam Abu Hanifah dan ulama Hanafiyah, non-muslim boleh memasuki semua masjid, termasuk Masjidil Haram. Non-muslim diperbolehkan memasuki semua masjid kaum muslimin, meski tanpa izin dari mereka dan tidak ada kebutuhan dan kemaslahatan tertentu. Hal ini karena larangan memasuki Masjidi Haram bagi kaum musyrik maksudnya adalah melakukan haji dan umrah dalam keadaan telanjang di Masjidil Haram. Adapun hanya sekedar memasuki Masjidil Haram, maka hukumnya boleh.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

Baca Juga :  Agar Lebih Memahami, Pesantren Bukan Lembaga Pendidikan Pencetak Teroris

واجاز ابوحنيفة للكافر دخول المسجد كلها حتى المسجد الحرام من غير اذن ولو لغير حاجة

Imam Abu Hanifah membolehkan non-muslim memasuki semua masjid, bahkan Masjidil Haram, tanpa harus ada izin (dari kaum muslimin) dan ada tujuan tertentu.

Dari dua pendapat ulama di atas, dapat diketahui bahwa tidak ada kesepakatan dari para ulama terkait hukum non-muslim memasuki Masjidil Haram. Sebagian ulama mengatakan tidak boleh, sebagian lagi mengatakan tidak boleh.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here