Hukum Memanggil Orang Lain dengan Nama Hewan

1
1111

BincangSyariah.Com – Ketika kita sedang marah kepada orang lain, terkadang kita tidak bisa mengendalikan emosi sehingga keluar kata-kata dan panggilan kotor dari mulut kita. Misalnya, memanggil orang lain dengan nama hewan semisal anjing dan sejenisnya. Bahkan saat ini lagi musim panggilan cebong dan kampret. Sebenarnya, bagaimana hukum memanggil orang lain dengan nama hewan dalam Islam? (Baca: Hukum Istri Memanggil Suaminya dengan Nama Aslinya)

Memanggil orang lain dengan nama hewan hukumnya haram dalam Islam. Bahkan termasuk dalam perbuatan dosa besar. Dalam Islam, memaki sesama manusia, terutama terhadap saudara seagama dan seiman, sangat dilarang. Disebutkan bahwa orang mukmin tidak mungkin memaki, melaknat dan berkata buruk dan memanggil orang lain dengan nama-nama hewan.

Bahkan menurut Imam Nawawi, seseorang yang memanggil orang lain dengan nama hewan, maka dia mendapatkan dua dosa sekaligus. Dosa pertama adalah dosa dusta, karena dia telah berbohong dengan memanggil orang lain dengan nama hewan padahal orang lain tersebut bukan hewan sebagaimana dia sebut. Dosa kedua adalah menyakiti orang lain, karena orang lain yang dipanggil dengan nama hewan pasti hatinya tidak terima dan tersakit. Menyakiti hati orang lain dalam termasuk perbuatan dosa.

Dalam kitab Al-Azkar, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

ومن الألفاظ المذمومة المستعملة في العادة قوله لمن يخاصمه، يا حمار ! يا تيس ! يا كلب ! ونحو ذلك؛ فهذا قبيح لوجهين : أحدهما أنه كذب، والآخر أنه إيذاء؛ وهذا بخلاف قوله : يا ظالم ! ونحوه، فإن ذلك يُسامح به لضرورة المخاصمة، مع أنه يصدق غالباً، فقلّ إنسانٌ إلا وهو ظالم لنفسه ولغيرها

Termasuk di antara kalimat yang tercela yang umum dipergunakan dalam perkataan seseorang kepada lawannya adalah ucapan; Hai keledai, hai kambing hutan, hai anjing, dan ucapan semacam itu. Ucapan semacam ini sangat jelek ditinjau dari dua sisi. Pertama, karena itu ucapan dusta. Kedua, karena ucapan itu akan menyakiti saudaranya. Ucapan ini berbeda dengan perkataan; Hai orang dzalim, dan semacamnya. Ucapan ini dimaafkan karena adanya kebutuhan darurat disebabkan oleh pertengkaran. Selain itu, pada umumnya ucapan itu adalah ucapan yang benar, karena keadaan mayoritas orang adalah dzalim terhadap dirinya sendiri atau orang lain.

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Bersiwak

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Di sebagian daerah di Indonesia, terdapat sebagian masyarakat yang menamai anak-anaknya dengan nama-nama hewan, bahkan dengan nama-nama tumbuh-tumbuhan. Bagi sebagian orang, hal ini terdengar aneh tapi lumrah bagi sebagian masyarakat tertentu. Lantas, bagaimana hukum menamai manusia dengan nama-nama hewan dalam Islam, apakah boleh? (Baca: Hukum Memanggil Orang Lain dengan Nama Hewan) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here