Memakai Jimat Agar Selamat dari Wabah Penyakit, Apakah Boleh?

2
1389

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat Indonesia, jimat termasuk barang yang dianggap memiliki manfaat. Karena itu, mereka membuat jimat untuk diri mereka, kadang juga untuk anak-anak mereka agar selamat dari gangguan jin, selamat dari wabah dan penyakit lainnya. Lantas bagaimana hukum memakai jimat agar selamat dari wabah penyakit, apakah boleh? (Baca: Ramai Virus Corona, Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Menular)

Membuat jimat sebagai wasilah mohon perlindungan kepada Allah, baik dari gangguan jin, setan, wabah dan lainnya, tidak dilarang dalam Islam. Kita diperbolehkan membuat jimat atau membelinya dari orang lain untuk digunakan kita sendiri, atau untuk digunakan anak kita, baik jimat tersebut berisi ayat-ayat Al-Quran, zikir dari Nabi Saw, zikir dari para ulama, atau kalimat-kalimat lain selama tidak dilarang oleh syariat.

Menurut Imam Nawawi, memakai jimat agar dengan tujuan mohon perlindungan kepada Allah, apalagi jimat tersebut berisi ayat-ayat Al-Quran atau nama-nama-Nya, hukumnya diperbolehkan. Tidak ada larangan dalam syariat dalam hal tersebut. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Bari berikut;

هذا كله في تعليق التمائم وغيرها مما ليس فيه قرآن ونحوه  فأما ما فيه ذكر الله فلا نهي عنه فإنه إنما يجعل للتبرك له والتعوذ  بأسمائه وذكره

Ini semua dalam masalah jimat dan lainnya yang tidak berisi Al-Quran dan sejenisnya. Adapun jimat yang berisi nama Allah, maka tidak ada larangan dalam hal itu. Itu bertujuan untuk mengambil berkah dan mohon perlindungan dengan nama-nama-Nya.

Bahkan dalam kitab Al-Azkar, Imam Nawawi menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan kebolehan memakai jimat agar selamat dari penyakit ain, gangguan jin dan lainnya. Riwayat dimaksud bersumber dari dari kakek Amr bin Syuaib, dia berkisah;

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Rumah di Surga

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعلمهم من الفزع كلمات : أعوذ بكلمات الله التامة من غضبه وشر عباده ومن همزات الشياطين وأن يحضرون  وكان عبد الله بن عمرو يعلمهن من عقل من بنيه ، ومن لم يعقل كتبه فعلقه عليه

Sesungguhnya Rasulullah Saw mengajari para sahabat sejumlah kalimat dari rasa takut yang mencekam; ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit tammati min ghadhabihii wa syarri ‘ibaadihii wa min hamazatisy syayaathiin wa ayyahdhuruun (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan para hamba-Nya, dan godaan setan.

Aku pun berlindung kepada-Nya dari kepungan setan itu). Abdullah bin Umar mengajarkan kalimat itu pada anaknya yang sudah berakal. Sementara anaknya yang belum berakal, maka beliau menuliskan, lalu mengalungkan tulisan itu padanya.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here