Memakai Cincin di Jari Tengah, Benarkah Tidak Boleh?

0
33

BincangSyariah.Com – Umumnya, cincin dipasang di jari manis tangan kiri. Namun banyak juga yang memakai cincin di jari tengah. Bagaimana hukum memakai cincin di jari tengah?

Menurut ulama Syafiiyah dan ulama Hanabilah, memakai cincin di jari tengah dan jari telunjuk bagi laki-laki, baik tangan kanan maupun tangan kirinya, hukumnya adalah makruh. Mereka mengatakan bahwa bagi laki-laki sebaiknya memakai cincin di jari kelingking, baik di tangan kanan maupun tangan kiri. Namun menurut ulama Syafiiyah, di jari kelingking tangan kanan lebih utama. Sementara menurut ulama Hanabilah, di jari kelingking tangan kiri lebih utama.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وعند الشافعية أن التختم في الوسطى والسبابة منهي عنه لما ورد عن علي رضي الله تعالى عنه قال :نهاني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أتختم في أصبعي هذه أو هذه قال : فأومأ إلى الوسطى والتي تليها ..وعند الحنابلة أنه يكره لبس الخاتم في سبابة ووسطى للنهي الصحيح عن ذلك .وظاهره لا يكره لبسه في الإبهام والبنصر ، وإن كان الخنصر أفضل اقتصارا على النص .

Dan menurut ulama Syafiiyah, memakai cincing di jari tengah dan telunjuk hukumnya dilarang. Ini berdasarkan riwayat yang bersumber dari Sayidian Ali, dia berkata; Rasulullah Saw melarang padaku untuk memakai cincin di dua jariku ini dan ini, dia sambil menunjuk jari tengah dan jari sebelahnya (jari telunjuk)..Menurut ulama Hanabilah, makruh memakai cincin di jari telunjuk dan jari tengah karena ada larangan shahih dalam masalah itu. Dzahir pendapat ini tidak makruh memakai cincin di jari jempol dan jari manis, meskipun jari kelingking lebih utama berdasarkan nash.

Adapun bagi perempuan, maka baginya boleh mengenakan cincin di jari tangan mana saja, baik tangan kanan maupun tangan kiri, jari tengah, jari telunjuk, jempol, jari manis dan kelingking. Semua jari sama-sama baiknya bagi perempuan untuk dipasangkan cincin. Tidak ada keutamaan antara jari tangan satu dengan yang lain bagi perempuan ketika hendak memakai cincin.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

لَمْ يَخْتَلِفِ الْفُقَهَاءُ فِي مَوْضِعِ التَّخَتُّمِ بِالنِّسْبَةِ لِلْمَرْأَةِ؛ لأِنَّهُ تَزَيُّنٌ فِي حَقِّهَا، وَلَهَا أَنْ تَضَعَ خَاتَمَهَا فِي أَصَابِعِ يَدَيْهَا أَوْ رِجْلَيْهَا أَوْ حَيْثُ شَاءَتْ.

Tidak ada perbedaan di kalangan ulama fiqih mengenai letak cincin bagi perempuan. Hal ini karena cincin memang perhiasan bagi perempuan sehingga dia boleh meletakkan cincinnya di jari mana saja, tangan maupun kaki sesuai keinginannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here