Hukum Memajang Foto Keluarga di Dinding Rumah

0
250

BincangSyariah.Com – Saat ini banyak masyarakat yang memajang foto keluarga di dinding rumah. Bahkan ada juga yang memajang foto-foto para ulama, tokoh, gambar hewan dan lainnya. Dalam Islam, bagaimana hukum memajang foto keluarga di dinding rumah, apakah boleh? (Baca: Hukum Membuat Patung Menurut Quraish Shihab)

Memajang foto keluarga yang dihasilkan dari kamera di dinding rumah hukumnya diperbolehkan. Terdapat banyak para ulama yang membolehkan hal ini. Di antaranya adalah Syaikh Wahbah Al-Zuhaili. Menurut beliau, memajang gambar atau foto yang dihasilkan dari kamera, hukumnya boleh.

Begitu juga memasang foto, lukisan atau gambar para ulama, hewan dan lainnya. Semuanya diperbolehkan. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu sebagai berikut;

أما التصوير الشمسي أو الخيالي فهذا جائز، ولا مانع من تعليق الصور الخيالية في المنازل وغيرها، إذا لم تكن داعية للفتنة كصور النساء التي يظهر فيها شيء من جسدها غير الوجه والكفين، كالسواعد والسيقان والشعور، وهذا ينطبق أيضا على صور التلفاز

Adapun hukum gambar dari hasil kamera atau lukisan itu boleh, dan tidak ada larangan untuk menggantungkan gambar animasi di rumah dan lainnya selama tidak mendatangkan fitnah seperti gambar perempuan yang tampak sesuatu dari tubuhnya selain wajah dan kedua telapak tangan, seperti pergelangan tangan, betis dan rambut. Ini juga berlaku pada gambar televisi.

Begitu juga dengan Syaikh Sya’rawi, beliau membolehkan memajang gambar hewan, foto keluarga dan lainnya selama bertujuan untuk hiasan. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mausu’ah Fatawa Al-Sya’rawi berikut;

س: ما القول فيمن يزينون الحائط برسوم بعض الحيوانات؟ هل هذه ينطبق عليها ما ينطبق على التماثيل البارزة المجسدة من تحريم؟

Baca Juga :  Hukum Takbir Keliling

ج: يقول فضيلة الشيخ الشعراوى: لا شيء في ذلك، ولكن ما حرم هو ما يفعله البعض لتقديس وتعظيم هذه الحيوانات، أما أن ترسم لكي يستعمل في الزينة فلا مانع من ذلك

Pertanyaan; Bagaimana pendapat anda tentang orang yang menghiasi tembok dengan gambar/lukisan sebagian hewan? Apakah berlaku pada permasalahan ini suatu hukum yang berlaku pada patung yang berbentuk jasad yakni hukum haram?

Syaikh Sya’rawi menjawab; Hal di atas tidak perlu dipermasalahkan, hal yang diharamkan adalah perbuatan yang dilakukan sebagian orang berupa mengultuskan dan mengagungkan gambar hewan tersebut. Sedangkan melukis hewan dengan tujuan untuk digunakan menghias (tembok) maka tidak ada larangan dalam hal itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here