Memahami Makna ‘Amal Ahl al-Madinah sebagai Sumber Hukum Mazhab Maliki

0
236

BincangSyariah.Com – Sebagaimana populer dalam kajian ilmu usul fikih, bahwa di antara sumber hukum Islam (‘adillah al-ahkām) ada sumber hukum yang disepakati bersama oleh juris hukum Islam (yaitu Alquran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas), dan ada pula sumber hukum yang tidak disepakati oleh ahli ushul fikih, di antaranya adalah ‘Amal Ahl al-Madinah.

Jika di artikan ke bahasa Indonesia, sederhananya ‘Amal Ahl al-Madinah bermakna “praktik penduduk Madinah”. Dalil (sumber hukum) ini merupakan salah satu sumber hukum Islam yang dipakai dan digaungkan oleh Mazhab Maliki. Di mana Imam Malik ( w 179 H) menjadikannya sebagai landasan produk fikihnya,  bahkan tak sekedar itu, Imam Malik lebih memilih memakai praktik penduduk Madinah ketimbang memakai hadis nabi, ketika dua hal ini kontradiksi.

Sedangkan mayoritas ahli ushul Fikih tidak sepakat dengan Imam Malik dalam hal ini. Sebab mereka menganggap: pertama, bahwa praktik penduduk Madinah tak ubahnya seperti praktik di negeri dan wilayah lain. Kedua, bahwa yang dijadikan patokan untuk dijadikan dalil hanyalah apa yang bersumber dari Rasulullah. Dan kenyataannya, para sahabat nabi menyebar ke berbagai wilayah. Sehingga, bisa saja bahwa di antara sunnah Rasulullah tidak diketahui oleh penduduk Madinah, sebab hanya diketahui oleh sahabat yang pergi ke wilayah lain.

Menurut Prof. Muhammad Al-Rouky, salah seorang pakar Mazhab Maliki dari Maroko, yang juga mantan rektor Universitas Al-Qarawwiyin menyatakan, bahwa banyak orang yang salah paham tentang sumber hukum yang satu ini, sehingga berburuk sangka kepada Imam Malik dan Mazhab Maliki.

Lantas apa dan bagaimana praktik penduduk Madinah yang dimaksud sebenarnya?

Menurut Al-Rouky, pertama, praktik penduduk Madinah yang dimaksud adalah praktik yang diwariskan oleh penduduk Madinah dari generasi sebelumnya di Madinah dari praktik sahabat nabi yang mereka hidup di Madinah bersama-sama Rasulullah. Jadi, praktik ini layaknya seperti hadis mutawatir dalam bentuk perbuatan atau praktik amalan, yang diriwayatkan secara Bersama-sama dengan cara mempraktikkannya pula.

Baca Juga :  Ini Alasan Agar Kita Tidak Berprasangka Buruk

Karenanya, ketika praktik ini bertentangan dengan suatu hadis, maka praktik ini diunggulkan daripada hadis tersebut. Tak ubahnya seperti mengunggulkan hadis mutawatir ketimbang hadis ahad.

Maka dengan ini, praktik penduduk Madinah sebagai sumber hukum tidak bertentangan dengan pernyataan yang menyatakan bahwa yang dijadikan patokan untuk produk hukum hanyalah apa yang bersumber dari Rasullullah. Sebab, praktik penduduk Madinah ketika itu, yang dijadikan landasan hukum oleh Imam Malik, tak lain adalah praktik yang bersumber dari sahabat, dan sahabat tidaklah mempraktikkan suatu amalan melainkan karena mengikuti atau bersumber  dari Rasulullah.

Kedua, menurut Al-Rouky, praktik penduduk Madinah yang dimaksud bukanlah ijma’ pendukuk Madinah sebagaimana pengertian ijma’ yang popular dalam ushul fikih. Sekalipun dalam literatul klasik mazhab Maliki sering ditemukan redaksi yang ketika menyatakan tentang praktik penduduk Madinah, redaksi yang dipilih memakai kata ijma’ atau mujma’ ‘alaih ahlul Madinah.

Menurut Al-Rouky, jika yang dimaksud adalah ijma’ sebagaimana pengertian yang populer dalam ushul fikih, maka tak ada bedanya antara ijma’ ulama di Madinah dengan Ijma’ ulama di wilayah lain. Akan tetapi, yang dimaksud dari istilah-istilah di fikih Maliki tersebut adalah praktik penduduk Madinah yang dijelaskan tadi.

Dengan ini, maka praktik penduduk Madinah yang dimaksud tidaklah bertentangan dengan pernyataan yang menyatakan bahwa praktik penduduk Madinah tak ubahnya seperti praktik di negeri dan wilayah lain. Sebab, praktik penduduk Madinah tidaklah sekedar praktik yang tumbuh begitu saja, melainkan praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here