Memahami Makna Al-Mu’min dalam Asmaulhusna

0
125

BincangSyariah.Com – Al-Mu’min dalam Asmaulhusna secara bahasa berasal dari kata amina yang memiliki arti pembenaran, ketenangan hati, dan aman.

Allah Swt. al-Mu’min artinya Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia. (Baca: Memahami Makna Al-Karim dalam Asmaulhusna)

Lantaran sifat tersebut, hati manusia pun menjadi tenang. Kehidupan di dunia penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan.

Apabila bukan karena Allah Swt. yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya manusia akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas.

Hal ini tercantum dalam firman Allah Swt. yakni Q.S. al-An’am ayat 82 sebagai berikut:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụn

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Tatkala seorang manusia akan menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya al-Mu’min, berarti hamba tersebut memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana, dan siksa.

Sebab, Dialah Yang Maha Memberikan keamanan, dan Dia yang Maha Pengaman. Nama al-Mu’min mengandung kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurance), dan ada bala bantuan.

Berdzikir dengan menyebutkan nama Allah Swt. al-Mu’min disamping menumbuhkan dan memperkuat keyakinan dan keimanan, juga menimbulkan rasa aman yang dirasakan manusia sebagai makhluk adalah suatu rahmat dan karunia yang diberikan dari sisi Allah Swt.

Sebagai Al-Mu’min, yakni Tuhan Yang Maha Pemberi Rasa Aman juga terkandung pengertian bahwa sebagai hamba yang beriman, seorang mukmin dituntut mampu menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan rasa aman terhadap lingkungannya.

Mengamalkan dan meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Mu’min berarti bahwa seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya.

Rasulullah Saw. bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman.” Para sahabat bertanya, “Siapa ya Rasulullah Saw.?’ Rasulullah Saw. menjawab, “Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.”” (H.R. Bukhari dan Muslim).[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here