Memahami Makna Al-Karim dalam Asmaulhusna

2
147

BincangSyariah.Com – Dalam Asmaulhusna, ada nama al-Karim. Secara bahasa, makna al-Karim adalah Yang Maha Mulia, Yang Maha Dermawan atau Yang Maha Pemurah.

Secara istilah, al-Karim diartikan bahwa Allah Swt. Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah yang memberikan anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya.

Al-Karim juga bisa dimaknai sebagai Zat yang sangat banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah, Pemberi Nikmat dan keutamaan, baik saat diminta atau pun tidak. Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya:

Qur’an Surat Al-Infitar Ayat 6

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ

Yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm

Artinya: “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.”

Makna al-Karim yakni sebagai Maha Pemberi karena Allah Swt. senantiasa memberi, dan pemberian-Nya tidak pernah terhenti. Oleh karena itu, manusia tidak boleh berputus asa dari kedermawanan Allah Swt.

Apabila miskin dalam harta, maka kedermawanan-Nya tidak hanya dari harta yang dititipkan, tapi meliputi semua hal di dunia.

Manusia yang berharta dan dermawan hendaklah tidak sombong karena telah memiliki sifat dermawan karena Allah Swt. tidak menyukai kesombongan.

Orang yang diberikan harta melimpah atau orang tidak dianugerahi harta oleh Allah Swt., keduanya mesti selalu bersyukur kepada-Nya sebab orang miskin pun sebenarnya telah diberikan nikmat selain harta.

Nama Al-Karim juga dimaknai sebagai Yang Maha Pemberi Maaf. Hal ini disebabkan karena Allah Swt. memaafkan dosa para hamba yang lalai dalam menunaikan kewajiban tapi mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Allah Swt. adalah Yang Maha Pengampun bagi hamba yang berdosa. Allah Swt. akan mengampuni seberapa pun besar dosa hamba-Nya selama hambanya tidak meragukan kasih sayang dan kemurahan-Nya.

Imam al-Ghazali menyatakan bahwa makna al-Karim adalah Dia yang apabila berjanji, menepati janjinya, bila memberi, melampaui batas harapan.

Allah Swt. tidak peduli berapa dan kepada siapa Dia memberi dan tidak rela bila ada kebutuhan hambanya memohon kepada selain-Nya, meminta pada orang lain.

Makna al-Karim juga mencakup Dia yang bila kecil hati menegur tanpa berlebih, tidak mengabaikan siapa yang menuju dan berlindung kepada-Nya, dan tidak membutuhkan sarana atau perantara.[] (Baca: Pengertian dan Dalil Tentang Asmaul Husna)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here