Memahami Makna Al-Jami’ dalam Asmaulhusna

1
29

BincangSyariah.Com – Dalam 99 nama Asmaulhusna, ada nama Al-Jami’. Apa sebenarnya makna Al-Jami’ dalam Asmaulhusna?

Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan atau Menghimpun, yaitu bahwa Allah Swt. Maha Mengumpulkan atau Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak.

Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa yang dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak. Penghimpunan ini ada berbagai macam dan ada banyak bentuknya.

Salah satu bentuknya adalah mengumpulkan seluruh makhluk yang beraneka ragam, termasuk manusia dan lain-lainnya di permukaan bumi.

Kemudian, Allah Swt. mengumpulkan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. Berfirman dalam Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 9 sebagai berikut:

رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

Rabbanā innaka jāmi’un-nāsi liyaumil lā raiba fīh, innallāha lā yukhliful-mī’ād

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.(Q.S. Ali Imrān/3:9)

Allah Swt. akan menghimpun manusia di akhirat kelak dengan orang-orang yang satu golongan di dunia.

Hal tersebut bisa dijadikan sebagai barometer. Dengan siapa kita berkumpul di dunia, orang-orang itulah yang akan menjadi teman kita di akhirat.

Meski berjauhan secara fisik, akan tetapi hati terhimpun. Di akhirat kelak, orang-orang akan terhimpun dengan orang-orang yang satu golongan di dunia.

Begitupun sebaliknya, meski berdekatan secara fisik akan tetapi hati jauh, maka orang-orang tidak akan berkumpul selain dengan golongannya.

Oleh sebab itu, jika di dunia hati seorang manusia terhimpun dengan orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya, maka di akhirat kelak akan berkumpul di dalam neraka.

Sebab, orang-orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu, tempatnya adalah tak lain dan tak bukan ada di neraka.

Begitu juga sebaliknya. Jika ada kecenderungan hati untuk berhimpun dengan orang-orang yang beriman, bertakwa dan orang-orang saleh, maka di akhirat kelak juga akan terhimpun dengan mereka.

Sebab, tidak mungkin orang-orang beriman hatinya terhimpun dengan orang-orang kafir dan orang-orang kafir juga tidak mungkin terhimpun dengan orang-orang beriman.

Selain itu, Allah Swt. juga mengumpulkan di dalam diri seorang hamba ada yang lahir di anggota tubuh dan hakikat batin di dalam hati.

Barang siapa yang sempurna ma’rifatnya dan baik tingkah lakunya, maka ia disebut juga sebagai al-Jāmi’.

Dikatakan bahwa al-Jāmi’ ialah orang yang tidak padam cahaya ma’rifatnya.[] (Baca: Makna Al-Matin dalam Asmaulhusna)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here