Memahami Makna Al-Ākhir dalam Asmaulhusna

0
25

BincangSyariah.Com – Al-Ākhir artinya Yang Maha Akhir yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt.

Dia Maha Kekal tatkala semua makhluk hancur, Maha Kekal dengan kekekalan-Nya.

Kekekalan Allah Swt. adalah kekal yang istimewa sebab tak ada yang bisa mengimbangi kekekalan tersebut.

Kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada di dalamnya.

Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan, kehendak, dan perintah-Nya.

Nama ini disebutkan di dalam firman-Nya:

هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm

Artinya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. al-Ĥadid/57:3).

Allah Swt. berkehendak untuk menetapkan makhluk yang kekal dan yang tidak, namun kekekalan makhluk itu tidak secara zat dan tabi’at.

Sebab secara tabi’at dan zat, seluruh makhluk ciptaan Allah Swt. Sesungguhnya adalah fana atau tidak kekal.

Sifat kekal tidak dimiliki oleh makhluk, kekekalan yang ada hanya sebatas kekal untuk beberapa masa sesuai dengan ketentuan-Nya.

Kekekalan yang diciptakan oleh manusia tidak sama dengan kekekalan yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an.

Allah kekal adalah Allah itu sendiri.

Kekekalan menurut logika manusia sebagai ciptaan tidak sama dengan kekekalan yang menciptakannya.

Tidak ada hukum yang mampu mendefenisikan kekekalan Tuhan.

Orang yang mengesakan al-Ākhir akan menjadikan Allah Swt. sebagai satu-satunya tujuan hidup yang tiada tujuan hidup selain-Nya, tidak ada permintaan kepada selain-Nya, dan segala kesudahan tertuju hanya kepada-Nya.

Oleh sebab itu, jadikanlah akhir kesudahan kita hanya kepada-Nya. Karena sungguh akhir kesudahan hanya kepada Rabb kita, seluruh sebab dan tujuan jalan akan berujung ke haribaan-Nya semata.

Orang yang mengesakan al-Ākhir akan selalu merasa membutuhkan Rabb-nya dan ia akan selalu mendasarkan apa yang diperbuatnya kepada apa yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. untuk hamba-Nya.

Sebab, manusia mengetahui bahwa Allah Swt. adalah pemilik segala kehendak, hati, dan niat.

Demikian artikel tentang makna Al-Ākhir dalam Asmaulhusna. Semoga bermanfaat.[] (Baca: Memahami Makna Al-‘Adl dalam Asmaulhusna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here