Kenapa Nabi Isa Mendapat Gelar al-Masih?

2
1835

BincangSyariah.Com – Di dalam Islam, ada dua sosok yang dikenal memiliki gelar al-Masih,  yaitu Nabi Isa dan Dajjal. Disebutkan bahwa kedua sosok al-Masih ini akan bertemu di akhir zaman sebagai lawan. Al-Masih Nabi Isa akan memerangi dan membunuh al-Masih Dajjal. Ini terungkap melalui perkataan ulama, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Bahr Al-Madid berikut;

إِنَّ المَسِيحَ يَقْتُلُ المَسِيحَ

Sesungguhnya al-Masih (Nabi Isa) membunuh al-Masih (Dajjal).

Adapun makna al-Masih secara bahasa adalah mengusap. Namun demikian, para ulama memiliki beberapa tafsiran tersendiri mengenai makna al-Masih sebagai gelar Nabi Isa. Menurut Ibrahim Al-Nakha’I, arti al-Masih adalah orang yang jujur.

Sementara menurut Sa’id, Nabi Isa mendapat gelar al-Masih karena beliau diusap dengan keberkahan, atau karena setiap usapannya mengandung keberkahan. Sehingga beliau bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir dengan hanya sekali usapan, juga bisa menyembuhkan berpenyakit kusta, bahkan dengan usapannya bisa menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

Sebagian ulama yang lain memahami al-Masih sebagai katsiiru as-siyaahah atau orang yang banyak mengembara. Hal ini karena Nabi Isa adalah seorang petualang dan pengembara. Ia tidak pernah menetap di suatu tempat namun selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya hingga ia diangkat ke langit.

Keterangan ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Durrul Mantsur berikut;

وأخرج ابن جرير وابن المنذر وابن أبي حاتم عن إبراهيم قال : المسيح الصديق وأخرج ابن جرير عن سعيد قال : إنما سمي المسيح لأنه مسح بالبركة وأخرج ابن أبي حاتم عن يحيى بن عبد الرحمن الثقفي أن عيسى كان سائحا ولذلك سمي المسيح كان يمسي بأرض ويصبح بأخرى وأنه لم يتزوج حتى رفع

Ibn Jarir, Ibn Mundzir dan Abu Hatim menyebutkan dari Ibrahim, dia berkata; ‘Arti al-Masih adalah orang yang sangat jujur.’ Ibn Jarir menyebutkan dari Sa’id; ‘Isa digelari al-Masih karena ia diusap dengan keberkahan atau karena setiap usapannya mengandung keberkahan. Yahya bin Abdurrahman Al-Tsaqafi menyebutkan; ‘Nabi Isa adalah petualang karenanya ia digelari al-Masih. Ia memasuki sore hari di satu tempat dan saat pagi hari di tempat lainnya dan ia tidak beristri hingga diangkat ke langit.’

Baca Juga :  Haji Mabrur Pasti Masuk Surga, Benarkah?

2 KOMENTAR

  1. sebaiknya setiap menyampaikan isi kitab disertai bukti otentik dengan jelas, dari mana & ayat berapa agar pembaca juga bisa ikut meneliti ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.
    jangan sampai isi tulisan tidak falid sehingga dianggap HOAX oleh masyarakat, terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here