Memahami Ayat Tentang Perintah Tayamum

0
234

BincangSyariah.Com – Jika menelaah kembali ayat mengenai perintah tayamum, kita akan mendapati bahwa tayamum itu bisa menjadi alternatif bersuci, baik dari hadas kecil atau besar, jika tidak ada air, atau sakit yang tidak boleh terkena air. Perhatikan dalam QS. Al-Maidah ayat 6, Allah Swt. bersabda

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ

Artinya; dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.

Ibnu Daqiq al-Id dalam Ihkamu al-Ahkam  menjelaskan, dalam ayat ini jika kata lamastum an-nisa dipahami secara tekstual sebagai persentuhan dengan lawan jenis semata maka mandi junub tidak termasuk dalam cara bersuci yang bisa diganti dengan tayamum.

Akan tetapi jika memahami makna yang tersirat dari ayat tersebut, maka lamastum an-nisa bisa dipahami sebagai jima’ atau menggauli wanita. Jika dipahami demikian maka jelas bahwa hukum tayamum bagi seseorang yang junub itu boleh. Sebagaimana penjelasan Ibnu Daqiq dalam kitabnya berikut ini.

من شك في تيمم الجنب حملوا الملامسة المذكورة في الآية أعني قوله تعالى: {أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ} [المائدة: 6] على غير الجماع لأنهم لو حملوها عليه لكان تيمم الجنب مأخوذا من الآية فلم يقع لهم شك في تيمم الجنب

“Orang yang ragu pada tayamumnya orang junub, mereka mengartikan al-mulamasah yang disebut dalam firman Allah Swt QS Al-Maidah 6, bukan pada arti jima’ atau menggauli. Karena jika mereka mengartikannya jima’ sudah pasti hukum tayamumnya junub diambil dari ayat tadi dan tidak akan terjadi keraguan pada mereka tentang tayamumnya junub.”

Baca Juga :  Hakikat Tobat yang Diterima oleh Allah

Menafsirkan dengan makna yang terakhir ini didukung dengan adanya hadis-hadis Nabi yang mengatakan bahwa tayamum bagi orang junub itu cukup untuk membolehkannya melakukan ibadah. Wallahu’alam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here