Meluruskan Ungkapan “Perempuan Kurang Akal”

0
192

BincangSyariah.Com – Mungkin kita pernah mendengar ungkapan “perempuan kurang akal”. Ungkapan ini disebut-sebut bersumber dari sabda Nabi Saw. Tapi apa sebenarnya maksud ungkapan tersebut? Ungkapan yang sebenarnya ada penjelasan dari sabda Nabi Saw berikut ini,

عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغْلَبَ لِذِي لُبٍّ مِنْكُنَّ قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَالدِّينِ؟ قَالَ: أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ: فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ، وَتَمْكُثُ اللَّيَالِيَ مَا تُصَلِّي، وَتُفْطِرُ فِي رَمَضَانَ فَهَذَا نُقْصَانُ الدِّينِ. (رواه مسلم).

Rasulullah Saw. bersabda: “Aku belum pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya lebih mampu mengalahkan laki-laki yang berakal dibanding kalian.” Wanita tersebut kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, apa (yang dimaksud dengan) kurang akal dan agama?”. Beliau menjawab, “Kurang akal karena persaksian dua orang wanita setara dengan persaksian satu orang laki-laki, inilah makna kekurangan akal.” Dan seorang wanita berdiam diri selama beberapa malam dengan tidak shalat dan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan (karena haid), inilah makna kekurangan dalam agama.” (HR. Muslim).

Apakah benar makna dari kurang akal dan agama perempuan adalah makna zohir?

Syekh Ahmad Mutawalli As-Sya’rawi seorang ulama kontemporer menjelaskan makna kurang akal dan agama dalam kitabnya, Fiqh al-Mar’ah al-Muslimah bahwa makna kurang akal dan agama bukanlah bertujuan untuk menghina dan merendahkan kedudukan perempuan. Justru hadis ini menerangkan untuk memuliakan perempuan.

Rasulullah juga telah menegaskan bahwa makna dari kurang akal sebab kesaksian seorang perempuan tidak bisa disamakan dengan kesaksian seorang lelaki. Dan makna kurang agama adalah karena perempuan pada beberapa hari tertentu meninggalkan sholat dan puasa disebabkan haid atau nifas.

Baca Juga :  Islam Melarang Perusakan Rumah Ibadah Agama Lain

Syekh Ahmad juga menjelaskan bahwa kurang akal yang disebut oleh Rasullullah Saw. Karena perempuan adalah wanita yang cenderung menggunakan perasaannya dan itu bukanlah aib melainkan sebuah keistimewaan. Sebab tabiat perempuan adalah dominan memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Juga karena perempuan merupakan sosok yang akan merawat anak-anaknya dan mengasuhnya maka diperlukanlah sifat kasih sayang dan kelembutannya.

Namun hal ini tidak menafikan penggunaan akal pada perempuan atau hendak mengatakan bahwa perempuan tidak bisa lebih cerdas daripada lelaki tetapi kepekaan perempuan jauh lebih tinggi dan kecepatannya mengalahkan akalnya. Maka, seorang perempuan dalam memutuskan sesuatu selalu mendahulukan perasaannya.

Sedangkan kurang agama juga bukanlah artinya seorang perempuan lebih tidak beriman dari seorang lelaki melainkan seperti apa yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw. Sendiri. Karena ukuran keimanan seseorang diukur dari ketataannya dan siapapun berpotensi untuk memiliki ketakwaan yang tinggi.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here