Mbah Maimoen Wafat di Mekah, Ini Keutamaan Wafat di Tanah Suci

0
653

BincangSyariah.Com – Hari ini, Indonesia kehilangan sosok ulama karismatik yang selama ini mengayomi anak bangsa. KH. Maimoen Zubair atau yang kerap disapa Mbah Moen, telah tutup usia setelah beliau melaksanakan shalat subuh. Beliau wafat saat sedang menjalankan ibadah Haji di Makkah.

Makkah merupakan tempat di mana umat Islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji. Maka bagi seseorang yang meninggal di tanah suci ini, menurut para ulama, memiliki keutamaan tersendiri. Dalam sebuah hadis dikatakan

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana. Sesungguhnya aku akan memberi syafa’at bagi orang yang mati disana” (HR. Tirmidzi)

Al-Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, menukil pendapat al-Thibi, mengatakan bahwa hadis ini dijadikan dalil keutamaan bagi seseorang yang meninggal di tanah suci. Tentu bukan kematian yang direncanakan, akan tetapi atas kehendak Allah Swt. Keutamaan yang akan didapatkan orang tersebut adalah mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw.

Sebagaimana juga dalam kitab al-Majmu’, Imam Nawawi berpendapat bahwa sangat disunnahkan berharap agar dapat meninggal di tanah suci. Dalam kitab al-Adzkar, Imam Nawawi bahkan menjadikan keutamaan meninggal di tanah suci dalam bab tersendiri yang berjudul Kesunnahan Berdoa Agar Meninggal di Tanah Suci.

Dalam riwayat lain pernah ada seorang sahabat yang ikut wukuf bersama Rasulullah, kemudian orang tersebut tiba-tiba terjatuh dari untanya hingga lahernya patah dan meninggal. Melihat itu, kemudian Rasulullah bersabda

اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلا تَمَسُّوهُ طِيباً، وَلا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ وَلا تُحَنِّطُوهُ، فَإِنَّ اللهَ يَبْعَثُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّياً

Baca Juga :  Hukum Memakai Masker Ketika Haji dan Umrah

Mandikan dia dengan air dan bidara. Jangan dikasih wewangian, dan jangan ditutupi kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat, dalam kondisi membaca talbiyah. (HR. Bukhari & Muslim)

Demikianlah keutamaan seseorang yang meninggal saat sedang berhaji di tanah suci, ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan akan mendapatkan syafaat Rasulullah di hari kiamat kelak. Selain itu ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah, mengagungkan nama Tuhannya. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here