Masuk Islam Pertengahan Hari Ramadan, Wajibkah Puasa?

0
239

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat utama menjalankan kewajiban ibadah adalah harus berstatus sebagai Muslim. Ibadah shalat, puasa, zakat, haji dan ibadah lainnya hanya dibebankan kepada orang Islam. Sedangkan non-muslim terbebas dari kewajiban menjalankan ibadah wajib dan apabila melaksanakan dinilai tidak sah dalam syariah Islam.

Di antara ibadah wajib yang mensyaratkan pelakunya harus berstatus sebagai Muslim adalah ibadah puasa Ramadan. Orang non-muslim tidak terkena kewajiban melaksanakan puasa Ramadan dan andaikan mereka berpuasa, maka ibadah puasa tersebut dinilai tidak sah dalam syariah Islam dan dianggap sia-sia. Non-muslim terkena kewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadan apabila dia sudah membaca dua syahadah sebagai pernyataan diri untuk masuk Islam.

Lantas bagaimana jika ada non-muslim masuk Islam di pertengahan hari Ramadan, apakah pada hari tersebut dia wajib berpuasa dikarenakan sudah berstatus sebagai Muslim? Dan jika tidak berpuasa pada hari tersebut, apakah wajib mengganti di hari yang lain di luar bulan Ramadan?

Jika ada non-muslim yang masuk Islam di pertengahan hari di bulan Ramadan, maka pada hari tersebut dia tidak wajib berpuasa dan tidak wajib mengganti di hari yang lain di luar Ramadan. Hal ini karena pada awal dimulai puasa, yaitu sebelum terbitnya fajar subuh, dia belum berstatus Muslim. Berbeda jika dia masuk Islam sebelum terbit fajar atau pada malam harinya, maka dia wajib berpuasa keesokan harinya.

Hanya saja meskipun pada hari tersebut dia tidak wajib berpuasa, namun dia diwajibkan untuk imsak pada sisa hari tersebut. Imsak di sini maksudnya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum dan sebagainya. Andaikan dia masuk Islam pada waktu zuhur, maka sesaat setelah masuk Islam di sisa hari tersebut sampai terbenam matahari dia tidak boleh makan, minum dan lainnya sebagaimana layakanya orang yang berpuasa.

Baca Juga :  Kemenag, NU dan Muhammadiyah Sepakat Idul Adha 2019 Jatuh Pada Tanggal 11 Agustus

Selain itu, dia tidak wajib mengganti puasa pada hari dia masuk Islam dan hari-hari sebelumnya, juga tidak wajib membayar fidyah. Keislaman dia sudah cukup mengampuni kewajiban yang ditinggalkan sebelum masuk Islam. Dalam Surah Alanfal ayat 38, Allah berfirman;

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

Katakanlah kepada orang-orang kafir tersebut: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.”

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here