Masih Ada Wali Kandung, Bolehkah Menikah Dibantu Wali Hakim?

0
2683

BincangSyariah.Com – Pernikahan bisa dinyatakan tidak sah jika tidak ada wali nikah, karena keberadaan wali nikah merupakan satu dari lima rukun nikah. Sebab itu wali nikah memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah pernikahan. Adapun wali nikah adalah mereka yang berhak menikahkan perempuam dengan laki-laki pilihannya yang sesuai dengan syariat Islam.

Pernyataan di atas selaras dengan apa yang disabdakan Rasulullah dalam hadisnya

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى الأَشْعَرِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ

Dari Abu Musa Al Asy’ari berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali.”

Secara garis besar, ada dua istilah dalam penyebutan wali nikah dalam dunia literasi Islam. Wali nikah yang karena ada hubungan darah (kerabat) disebut dengan wali nasab, sedangkan wali nikah yang diberi hak oleh keluarga atau penguasa untuk menjadi wali nikah dalam keadaan dan sebab tertentu disebut dengan wali hakim.

Lantas siapa sajakah yang bisa menjadi wali nasab dalam keluarga? Dalam kitab Matan Ghayah wa Taqrib, Imam Abu Suja menyebutkan:

وأولى الولاة الأب ثم الجد أبو الأب ثم الأخ للأب والأم ثم الأخ للأب ثم ابن الأخ للأب والأم ثم ابن الأخ للأب ثم العم ثم ابنه على هذا الترتيب فإذا عدمت العصبات ف…الحاكم

Wali paling utama ialah ayah, kakek (ayahnya ayah), saudara lelaki seayah seibu (kandung), saudara lelaki seayah, anak lelaki saudara lelaki seayah seibu (kandung), anak lelaki saudara lelaki seayah, paman dari pihak ayah, dan anak lelaki paman dari pihak ayah. Demikianlah urutannya. Apabila tidak ada waris ‘ashabah, maka hakim.

Dari keterangan tersebut bisa kita simpulkan bahwa wali hakim menduduki prioritas terakhir. Atau dengan kata lain bisa menggunakan wali hakim jika memang tidak ada seseorang yang bisa menjadi wali nasab. Adapun mereka yang bisa menjadi wali nasab adalah yang disebutkan dengan urutan sebagai berikut:

Baca Juga :  Penjelasan kalau Berburuk Sangka adalah Bentuk Kezaliman

1. Ayah

2. Kakek (dari jalur ayah)

3. Saudara kandung laki-laki

4. Saudara laki-laki yang seayah (dengan ibu yang beda)

5. Paman (dari jalur ayah)

6. Anak laki-laki paman (dari jalur ayah)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here