Masbuk saat Jemaah Salat Idulfitri

0
751

BincangSyariah.Com – Dalam salat jemaah, makmum harus mengikuti imam. Tidak ada perbedaan baik dalam salat lima waktu, salat Istisqa ataupun salat Id dan salat lainnya, hal itu berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:

(إِذَا سَمِعْتُمْ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ ، وَلَا تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا ، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا)

Jika kalian mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju salat. Namun tetaplah tenang dan khusyu’ menuju shalat, jangan tergesa-gesa. Apa saja yang kalian dapati dari imam, maka ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, maka sempurnakanlah.”

Kata “atammu” dalam hadis di atas berarti akmaluu yang artinya sempurnakanlah atau lengkapkanlah, maka berdasarkan penjelasan hadis tersebut menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari, bahwa awal salat makmum yang terlambat adalah apa yang didapatinya bersama imam.

Demikian pula menurut Imam Nawawi yang menjelaskan dengan redaksi berikut dalam kitab Almajmu’

الصحيح من أقوال أهل العلم أن ما يدركه المسبوق مع الإمام هو أول صلاته ، وما يأتي به منفردا هو آخر صلاته ، وهو مذهب الشافعي رحمه الله

Berdasarkan pendapat yang benar menurut mayoritas ulama, permulaan salat bagi makmum yang terlambat (masbuq) saat jamaah adalah apa yang dia dapati bersama Imam, sedang yang dikerjakan setelah memisahkan diri dari imam adalah akhir salatnya. Demikian menurut mazhab Syafi’i

Berdasarkan pendapat tersebut, jika makmum mendapati satu rakaat bersama imam dalam jamaah salat Idulfitri, maka dia harus mengikuti imam dengan takbir sebanyak lima kali pada rakaat tersebut, bukan tujuh kali. Sebab awal salat makmum yang terlambat adalah apa yang didapat bersama imam sehingga yang wajib adalah mengikuti imam dengan bertakbir sebanyak lima kali.

Baca Juga :  Jika Anda Stabil dalam Empat Hal Ini, Pertanda Anda Sempurna di Mata Allah

Setelah imam selesai melakukan salam dan mengakhiri salat, ia tidak boleh melakukan salam, tetapi langsung berdiri untuk menambah rakaat yang telah terlewat. Yaitu rakaatnya yang kedua dengan lima kali takbir sebelum membaca surah al-Fatihah. Karena itu adalah rakaat yang dikerjakannya sendiri setelah terpisah dari imam.

Sedangkan jika dia hanya mendapati imam saat sujud pada rakaat sedua atau hanya mendapatinya saat tasyahud akhir maka setelah salam langsung berdiri mengerjakan dua rakaat dengan bertakbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here