Manusia dalam Mencari Rezeki Itu Ada Lima Golongan

0
684

BincangSyariah.Com – Banyak di antara kita, mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, tapi masih saja merasa tidak cukup dengan apa yang telah Allah Swt berikan kepadanya sehingga pada akhirnya melakukan segala cara untuk mendapatkan rezeki. Padahal Rasulullah Saw bersabda

 عن جابر رضي اﷲ عنه عن رسول اﷲ صلی الله وسلم قال يا ايها الناس ان احدكم لن يموت حتی يستكمل رزقه فلا تستبطئوا الرزق فاتقوا اﷲ واجملوا في الطلب فخذو ما حل لكم ودرو ما حرم اﷲ

Dari sahabat Jabir ra, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, sungguh kalian tidak akan mati kecuali telah sempurna bagian dari rezekinya, maka jangan putus asa dari rezeki-Nya.  Maka bertakwalah dan perbaikilah cara mencari rezeki kalian. Ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram. (HR. Ibnu Majah & Hakim)

Terkait keterangan hadis di atas, Abu Laist Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan bahwa salah seorang alim pernah berkata, manusia dalam mencari rezeki itu ada lima golongan. Di antaranya

Pertama. Orang yang meyakini bahwa rezeki itu ia dapatkan dari usaha yang ia lakukan, maka ia adalah orang kafir. Sebab ia telah meniadakan kemurahan Allah dalam memberi rezeki kepada semua manusia.

Kedua. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah dan dari usaha, maka ia adalah orang musyrik. Karena ia telah menjadikan tandingan bagi Allah sebagai Zat yang Maha Pemberi Rezeki.

Ketiga. Orang yang menyadari bahwa rezki itu dari Allah dan dia merasa ragu- ragu apakah akan mendapatkannya atau tidak, maka ia adalah orang munafik. Bagaimana mungkin meragukannya padahal ya menyadari betapa luas anugerah yang Allah berika pada seluruh makhluk di muka bumi.

Baca Juga :  Lakukan Lima Hal Ini agar Usaha yang Anda Jalankan Lancar

Keempat. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah akan tetapi dia tidak mau menunaikan kewajibannya dan durhaka kepada Allah, maka dia adalah orang fasik. Karena di dalam rezeki yang ia peroleh sesungguhnya terdapat hak orang-orang yang kurang mampu. Sedang ia hanya perantara yang mengantarkan rezeki dari Allah Swt kepada mereka.

Kelima. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari Allah dan dia melihat bahwa usaha itu hanya merupakan sebab, lalu ia menunaikan kewajibanya dan tidak durhaka kepada Allah dalam rangka usahanya itu, maka ia adalah mukmin yang ikhlas. Kepada hamba yang seperti ini, Allah akan luaskan nikmatnya.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here