Mandi dengan Air Ruqyah, Bolehkah?

0
1802

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak orang yang sakit karena kerasukan jin dan lainnya disiram dengan air tertentu dengan harapan agar sembuh dari penyakitnya. Air ini sebelumnya dibacakan ayat-ayat dan zikir-zikir tertenu. Dalam Islam, bagaimana hukum mandi dengan air tersebut?

Air yang dibacakan ayat-ayat Al-Quran dan zikir-zikir tertentu di dalam Islam disebut dengan air ruqyah. Umumnya, air ruqyah ini diminum oleh orang yang sakit dengan harapan agar sembuh dari penyakitnya. Namun sebagian ada yang menyiramkan air ruqyah tersebut pada orang yang sakit.

Meminum atau mandi dengan air ruqyah hukumnya diperbolehkan. Banyak ulama salaf yang mandi dengan air ruqyah, di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau tidak hanya meminum air ruqyah, tetapi beliau juga menyiramkan air ruqyah tersebut pada seluruh tubuhnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Adabusy Syar’iyah berikut;

قال صالح – ابن الإمام أحمد بن حنبل – : ربما اعتللت فيأخذ أبي قدحا فيه ماء فيقرأ عليه ويقول لي : اشرب منه ، واغسل وجهك ويديك . ونقل عبد الله بن الإمام أحمد أنه رأى أباه يعوذ في الماء ويقرأ عليه ويشربه ، ويصب على نفسه منه

Shalih bin Imam Ahmad bin Hanbal berkata; Terkadang aku sakit kemudian ayahku mengambil cawan yang di dalamnya terdapat air kemudian beliau membaca (ayat-ayat Al-Quran) padanya, dan berkata kepadaku, ‘Minumlah darinya dan basuh wajah dan kedua tanganmu.’

Abdullah bin Imam Ahmad menukil bahwa sesungguhnya dia melihat ayahnya membaca ta’awwudz pada air dan membaca (ayat-ayat Al-Quran) padanya dan beliau meminumnya, dan menyiramkan pada dirinya sendiri.

Kisah ini menunjukkan bahwa mandi dengan air ruqyah hukumnya boleh, bahkan telah dilakukan oleh para ulama salaf, seperti Imam Ahmad bin Hanbal. Karena itu, kebiasaan masyarakat Indonesia yang mandi dengan air ruqyah bukan perbuatan yang melanggar syariat. Itu perbuatan yang diperbolehkan sehingga tidak perlu dilarang apalagi dibid’ahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here