Maksud Hadis Janganlah Kalian Mencela Waktu

1
150

BincangSyariah.Com – Ukuran waktu sehari semalam adalah dua puluh empat jam, tidak bisa lebih dan tidak bisa kurang. Kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Pada saat pekerjaan tidak selesai karena berjalannya waktu, kita terkadang merasa kecewa dan bahkan mencela waktu.

Di antara kalimat-kalimat yang tercela adalah suka melaknat waktu saat terjadi sesuatu yang ia tidak senangi, seperti mengatakan hari ini apes, malam yang terlaknat, bulan depan bulan sial, dan semisalnya. Pengatur waktu dan yang menguasainya adalah Allah. Mencela waktu berarti mencela Allah secara tidak langsung. (Baca: Doa Menjelang Waktu Subuh Tiba)

Dalam sebuah hadis kita dilarang mencela waktu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. yang mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda:

لا تَسُبُّوا الدَّهْرَ، فإنَّ اللَّهَ هو الدَّهْرُ

Jangan mencela ad dahr (waktu), karena Allah adalah ad dahr” (HR. Muslim No. 2246).

Imam Nawawi dalam karyanya Syarah al-Nawawi Ala Shahih Muslim (juz 3, hlm 10), “janganlah kalian mencela waktu karena sesungguhnya Allah itu adalah waktu.” Artinya janganlah kalian mencela pembuat kejadian, karena jika kalian mencela pembuat kejadian dengan sendirinya celaan itu juga terarah kepada Allah sang pembuat kejadian.

Maksud dari “Allah adalah Ad-dahr” dijelaskan dalam hadis lain. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا تسبوا الدهر، فإن الله عز وجل قال: أنا الدهر: الأيام والليالي لي أجددها وأبليها وآتي بملوك بعد ملوك

Jangan mencela ad-dahr (waktu), karena Allah Swt. berfirman: Aku adalah ad dahr, siang dan malam adalah kepunyaan-Ku, Aku yang memperbaharuinya dan membuatnya usang. Aku pula yang mendatangkan para raja yang saling bergantian berkuasa.” (HR. Ahmad No.22605,)

Baca Juga :  Hukum Mendoakan Pemimpin Ketika Khutbah Jumat

Disebutkan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (juz 7, hlm 495) bahwa setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan, termasuk kesibukan Allah adalah menjawab doa, memberi peminta, menyembuhkan yang sakit, menghilangkan kesulitan, menolong yang sedang terpepet, mengampuni dosa, menghidupkan, mematikan, mendidik anak kecil, mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkannya.

Wallahu A’lam Bissawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here