Hukum Mengonsumsi Makanan yang Diisukan Ada Lemak Babi

0
559

BincangSyariah.Com – Hampir setiap tahun kita dihebohkan dengan isu makanan atau produk yang mengandung minyak dan lemak babi. Masyarakat terutama umat Muslim tentu sangat resah dengan isu ini. Hal ini karena makanan dan produk yang diisukan mengandung minyak dan lemak babi tersebut merupakan makanan dan produk yang digunakan sehari-hari. Dalam Islam, bagaimana hukum mengonsumsi makanan yang diisukan ada lemak babi?

Makanan dan produk yang diisukan mengandung lemak dan minyak babi tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi dan digunakan. Selama hanya menjadi isu dan belum terbukti secara mayakinkan bahwa makanan atau produk tersebut mengandung lemak babi atau bahan haram, maka kita tetap diperbolehkan mengonsumsinya.

Dalam fiqih, semua makanan dihukumi suci dan halal kecuali ada nash yang mengharamkan atau terbukti mengandung bahan yang diharamkan. Isu dan dugaan mengandung lemak dan minyak babi tidak bisa dijadikan dasar dan dalil keharaman suatu makanan. Untuk menentukan suatu makanan haram, harus ada nash yang mengharamkan atau terbukti meyakinkan mengandung bahan yang diharamkan.

Dalam kitab Fathul Mu’in disebutkan bahwa suatu hari Nabi Saw. disuguhi keju yang masyhur dikerjakan memakai aroma babi. Nabi Saw. langsung memakannya tanpa bertanya lebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa makanan yang hanya diisukan mengandung lemak atau minyak babi tetap boleh dikonsumsi sampai terbukti meyakinkan benar-benar mengandung lemak atau minyak babi.

وجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامي اشتهر عمله بإنفحة الخنزيروقد جاءه صلى الله عليه وسلم جبنة من عندهم فأكل منها ولم يسأل عن ذلك ذكره شيخنا في شرح المنهاج

“Kain yang masyhur dikerjakan memakai gajih babi, keju syami mashur dikerjakan memakai aroma babi, suatu saat Nabi Saw. disuguhi keju tersebut dan langsung memakannya tanpa bertanya.”

Dalam kitab I’anatut Thalibin disebutkan bahwa suatu saat Ibnu Shalah ditanya mengenai hukum kain yang masyhur dibuat dari gajih babi. Beliau menjawab bahwa kain tersebut tidak dihukumi najis kecuali sudah benar-benar diketahui kenajisannya.

Baca Juga :  Setelah Ditraktir Makan, Ini Doa Yang Dibaca Nabi

سئل ابن الصلاح عن الجوخ الذي اشتهر على ألسنة الناس أن فيه شحم الخنزير فقال لايحكم بنجاسته الا بتحقق النجاسة

“Suatu saat Ibnu Shalah tentang jukh atau kain yang diisukan terbuat dari gajib babi. Maka beliau menjawab, ‘Kain tersebut tidak dihukumi najis kecuali terbukti dengan jelas kenajisannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here