Najiskah Makanan atau Minuman yang Tercampur Bangkai Semut?

2
1824

BincangSyariah.com – Sering kita jumpai dalam sebuah makanan atau minuman yang dihinggapi semut dan ia mati di dalamnya. Ketika sudah mati di dalam makanan atau minuman tersebut, maka ia menjadi bangkai. Jika demikian, najiskah makanan atau minuman yang tercampur bangkai semut terebut?.

Hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir seperti semut, lalat dan lainnya ketika jatuh ke dalam air atau bercampur dengan makanan dan kemudian ia mati di dalamnya, maka bangkai semut tersebut tidak menjadikan air atau makanan tersebut najis. Air dan makanan tersebut tetap dihukumi suci dan halal untuk diminum atau dimakan.

Namun demikian, jika bangkai semut tersebut banyak sehingga mengubah warna, rasa dan bau air atau makanan tersebut, maka air atau makanan tersebut dihukumi najis. Begitu juga jika semut tersebut sengaja dilemparkan ke dalam air atau makanan, maka air atau makanan tersebut dihukumi najis.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Ibrahim Albajuri dalam kitabnya Hasyiyatul Bajuri berikut;

ولا يُعفى عن شيء من النجاسات إلا اليسير من الدَم والقيْح فَيُعفى عنهما في ثوب أو بدن، وتصحُ الصلاة معهما و إلا ما أي: شيء لا نَفْسَ له سائلة كذباب ونمل إذا وقع في الإِناء ومات فيه فإنَّه لا يُنَجِّسه…. وأفهم قوله وقع أي: بنفسه أنَّه لو طرح ما لا نفس له سائلة في المائع ضر… وإذا كثرت ميتة ما لا نفس له سائلة وغَيَّرتْ ما وقعت فيه نجّسته

“Dan tidak dimaafkan dari sesuatu yang najis kecuali sedikit darah dan muntah, maka keduanya dimaafkan jika terkena baju atau badan dan sah melakukan salat bersama sedikit darah dan muntah tersebut. Begitu juga dimaafkan hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir ketika jatuh ke dalam wadah dan mati di dalamnya, maka ia tidak menjadikan wadah tersebut najis. Perkataan ‘jatuh’ berarati jatuh dengan sendirinya. Karena itu, jika hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir tersebut dilemparkan ke dalam cairan, maka menjadikan cairan itu najis. Dan jika banyak bangkai hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir tersebut hingga mengubah benda yang dihinggapi, maka benda tersebut menjadi najis.”

Baca Juga :  Bolehkah Berzikir dengan Mengulang-ulang Nama-nama Allah dalam Al-Asma’ Al-Husna?

Dengan demikian, air atau makanan yang tercampur bangkai semut tidak najis jika memenuhi dua syarat. Pertama, semut tersebut jatuh sendiri, bukan dilemparkan. Kedua, sedikit dan tidak merubah warna, rasa dan bau air atau makanan tersebut.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here