Jika Terlanjur Makan Hewan Kurban Nazar, Apakah Wajib Menggantinya?

0
121

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa orang yang berkurban atau mudhahhi, jika kurbannya adalah kurban, maka dia boleh memakan daging hewan kurbannya. Namun jika kurban nazar, maka dia tidak boleh memakannya. Namun bagaimana jika dia terlanjur makan daging hewan kurban nazar, apakah dia wajib menggantinya?

Menurut ulama Syafiiyah, seluruh bagian hewan kurban nazar atau wajib, sampai tanduk dan kakinya, harus disedekahkan kepada orang lain, dan orang yang berkurban atau mudhahhi dan kelurganya yang wajib dinafkahi tidak boleh makan sama sekali.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

وقال الشافعية : الأضحية الواجبة ـ المنذورة أو المعينة بقوله مثلاً: هذه أضحية أو جعلتها أضحية : لا يجوز الأكل منها، لا المضحي ولا من تلزمه نفقته ويتصدق بجميعها وجوباً

Ulama Syafiiyyah berpendapat bahwa kurban wajib yang dinazarkan atau ditentukan dengan ucapan seseorang misalnya, ‘hewan ini jadi kurban’ atau ‘aku jadikan hewan ini sebagai kurban,’ maka orang yang berkurban atau mudhahhi dan orang yang dalam tanggungannya tidak diperbolehkan makan dagingnya, dia wajib menyedekahkan semua dagingnya.

Oleh karena itu, menurut ulama Syafiiyah, jika mudhahhi atau keluarganya yang wajib dinafakhi memakan sebagian daging hewan kurban nazar, maka dia wajib menggantinya sesuai daging yang dimakan. Jika makan daging hewan kurban nazar sebanyak 3 kg, misalnya, maka dia wajib menggantinya sebanyak 3 kg pula, dan kemudian disedekahkan kepada orang lain.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatul Bajuri berikut;

ولا يأكل المضحى شيأ من الأضحية المنذورة (قوله ولا يأكل) اى لايجوزله الأكل فان أكل شيأ غرمه (قوله المضحى) وكذا من تلزمه نفقته

Orang yang berkurban tidak boleh makan sedikitpun dari daging hewan kurban yang dinazarkan. Perkataan pengarang kitab ‘tidak boleh makan’, artinya tidak boleh bagi orang yang berkurban makan, dan jika makan dari daging hewan kurban tersebut, maka dia harus menggantinya. Perkataan pengarang kitab ‘orang yang berkurban’, artinya juga orang-orang yang wajib ditanggung nafkahnya.

Baca Juga :  Nama-nama yang Dimakruhkan dalam Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here