Hukum Makan Bubuk Emas untuk Tujuan Berobat, Apakah Boleh?

0
56

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, emas digunakan untuk aksesori atau barang investasi. Namun ada sebagian orang yang menggunakan emas untuk mempercantik diri dan untuk berobat. Di antaranya adalah dengan cara menumbuk emas hingga menjadi bubuk, dan kemudian dicampur dengan minuman. Sebenarnya, bagaimana hukum makan atau minum bubuk emas untuk tujuan berobat, apakah boleh?

Berobat dengan bubuk emas, atau perak, dengan diminum secara langsung atau dicampur dengan minuman, hukumnya diperbolehkan. Selama hal itu mendatangkan manfaat dan tidak ada bahaya yang ditimbulkan, baik pada tubuh atau akal, maka hukumnya diperbolehkan. (Baca: Hukum Zakat Emas yang Dipakai untuk Perhiasan)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi ‘ala Al-Khatib berikut;

فَرْعٌ :وَقَعَ السُّؤَالُ عَنْ دَقِّ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَأَكْلِهِمَا مُفْرَدَيْنِ أَوْ مَعَ انْضِمَامِهِمَا لِغَيْرِهِمَا مِنْ الْأَدْوِيَةِ هَلْ يَجُوزُ ذَلِكَ كَغَيْرِهِ مِنْ سَائِرِ الْأَدْوِيَةِ أَمْ لَا يَجُوزُ لِمَا فِيهِ مِنْ إضَاعَةِ الْمَالِ ؟ فَأَجَبْت عَنْهُ بِقَوْلِي : إنَّ الظَّاهِرَ أَنْ يُقَالَ فِيهِ إنَّ الْجَوَازَ لَا شَكَّ فِيهِ حَيْثُ تَرَتَّبَ عَلَيْهِ نَفْعٌ ، بَلْ وَكَذَا إنْ لَمْ يَحْصُلْ مِنْهُ ذَلِكَ لِتَصْرِيحِهِمْ فِي الْأَطْعِمَةِ بِأَنَّ الْحِجَارَةَ وَنَحْوَهَا لَا يَحْرُمُ مِنْهَا إلَّا مَا أَضَرَّ بِالْبَدَنِ أَوْ الْعَقْلِ .وَأَمَّا تَعْلِيلُ الْحُرْمَةِ بِإِضَاعَةِ الْمَالِ فَمَمْنُوعٌ لِأَنَّ الْإِضَاعَةَ إنَّمَا تَحْرُمُ حَيْثُ لَمْ تَكُنْ لِغَرَضٍ وَمَا هُنَا لِقَصْدِ التَّدَاوِي وَصَرَّحُوا بِجَوَازِ التَّدَاوِي بِاللُّؤْلُؤِ فِي الِاكْتِحَالِ وَغَيْرِهِ وَرُبَّمَا زَادَتْ قِيمَتُهُ عَلَى الذَّهَبِ

Cabang masalah; Ada pertanyaan tentang melebur emas atau perak dan memakannya secara langsung atau disertai benda lainnya seperti obat-obatan, bolehkah perbuatan semacam ini sebagaimana diperbolehkan bentuk-bentuk pengobatan lainnya, ataukah tidak boleh karena didalamnya mengandung unsur menyia-nyiakan harta?

Maka aku menjawab; Dalam hal ini secara lahir semestinya dikatakan boleh karena di dalamnya terdapat kemanfaatan, bahkan sekalipun tidak ada manfaat pun tetap boleh karena penjelasan ulama dalam bab makanan bahwa memakan batu dan sejenisnya tidak haram kecuali bila berdampak negatif pada tubuh atau akal. Sedangkan alasan menyia-nyiakan harta yang dilarang bila tanpa ada tujuan, sedang dalam masalah ini terdapat tujuan untuk pengobatan. Para ulama menjelaskan bolehnya berobat memakai mutiara yang dipakai buat celak, yang sementara keberadaan mutiara harganya melebihi emas.

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Bolpoin Emas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here