Majelis Fatwa Tunisia Imbau Umat Muslim untuk Shalat Tarawih di Rumah

0
1041

BincangSyariah.Com – Majelis Fatwa Republik Tunisia telah resmi mengeluarkan fatwa terbarunya perihal pelaksanaan shalat tarawih dan idul fitri dalam situasi terjadi wabah covid-19. Hal ini disampaikan melalui akun  resmi media sosial Majlis Fatwa Republik Tunisia pada Senin 20 April 2020.

Dalam keterangannya, Majlis Fatwa mengimbau warganya untuk melaksanakan shalat tarawih dan idul fitri di rumah masing – masing. Fatwa ini diambil mengingat situasi merebaknya virus covid-19 yang mengharuskan pemberlakuan sosial distancing untuk menghindari adanya bahaya.

Untuk memberikan pemahaman lebih mendalam, Majlis Fatwa Tunisia melalui laman facebooknya memberikan penjelasan terhadap sejumlah pertanyaan warganet soal alasan kebolehan melaksanakan shalat tarawih di rumah masing – masing. Berikut lampiran isi teks tersebut.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Terdapat sejumlah pertanyaan mengenai shalat tarawih, apakah boleh dilaksanakan di rumah? Jawabanya -kepada Allah kami meminta kebenaran-: Mayoritas fuqaha berpendapat hukum shalat tarawih yang dilaksanakan dengan cara berjamaah adalah sunnah bukan wajib.

Sebab Nabi Saw melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama masyarakat pada beberapa hari, lalu tidak keluar (tidak berjamaah dengan masyarakat) di sisa-sisa hari berikutnya, karena takut – berjamaah –  dianggap  sebagai suatu kewajiban. Seperti halnya Sahabat Umar melaksanakan jamaah tarawih dengan masyarakat, dan Sahabat Ubay bin Ka’ab mendahului mereka.

Dengan mempertimbangkan situasi kesehatan secara umum, yang mengharuskan adanya social distancing untuk menghindari bahaya besar, maka shalat tarawih diadakan di rumah begitupula dengan shalat idul fitri. Kami meminta kepada Allah Swt agar menganugerahi kita semua kelapangan dan selalu melimpahkan kesehatan dan pengampunan, menyembuhkan segala penyakit serta merahmati arwah kita semua.”

Sebelumnya  Majelis Fatwa Tunisia juga telah memaparkan bahwa mengikuti serta melaksanakan secara rinci arahan dokter khususnya di masa – masa mewabahnya virus adalah kemaslahatan yang sesuai dengan ajaran syariat.

Sebagaimana menjaga jiwa dan kesehatan jasmani merupakan salah satu tujuan paling utama dalam ajaran agama Islam maupun ajaran agama samawi lainnya.

Adapun landasan yang digunakan diantaranya telah tercantum di sejumlah ayat al-Qur’an yakni:

  1. surah Al-Baqarah ayat 195

وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”

  1. surah An- Nisa ayat 29

وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

  1. surah At-Taghabun ayat 16

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu”

Sementara itu, Perdana Menteri Tunisia Elyes Fakhfakh, sebagaimana dilansir dari  Mtunisiatv.com, kembali mengumumkan perpanjangan status lock down negara Tunisia hingga tanggal 03 Mei 2020. Adapun warga yang terjangkit virus corona di Tunisia hingga Minggu (19/04/2020) berjumlah 884 orang, 148 orang dinyatakan telah sembuh dan 38 orang lainnya meninggal dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here