Macam-macam Bentuk Rezeki

2
5964

BincangSyariah.Com – Rezeki merupakan karunia dari Allah Swt. yang diberikan kepada hambaNya yang beriman maupun tidak beriman. Bentuk rezeki tidak harus berupa uang saja, melainkan segala sesuatu yang datang dariNya dan bermanfaat bagi kita. Misalnya, kesehatan, kebahagiaan, terhindar dari musibah dan lain sebagainya. Rezeki hakikatnya dari Allah Sang Maha Pemberi Rezeki, tapi pasti melalui perantara makhlukNya.

Setelah kita cermati melalui firman-firmanNya, rezeki ada berbagai macam, sebagaimana kami rangkum dalam artikel berikut:

Pertama, rezeki yang datang secara langsung dari Allah Swt. Rezeki tersebut sudah bersifat permanen dan mutlak atas kehendakNya, yang tidak dapat dinegosiasi. Hal tersebut berkenaan dengan firman-Nya,

وما من دابة في الارض الا علي الله رزقها

“ Dan tidak satupun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semua dijamin oleh Allah rezekinya” (Q.S. Hud: 6).

Dengan adanya ayat di atas, menunjukkan bahwa rezeki memang telah dijamin oleh Allah Swt. Adapun besar kecilnya sudah mutlak atas kebijakanNya.

Kedua, rezeki karena sebab usaha. Selain mengandalkan rezeki yang telah ditetapkan oleh-Nya dengan bertawakal, kita sebagai makhluk yang diberi kemampuan oleh-Nya juga dianjurkan untuk berusaha, karena jika kita ditakdirkan oleh Allah untuk berusaha, berarti Allah sudah menyiapkan hal yang terbaik untuk kita. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya:

وان ليس للأنسان الا ما سعى

 “Dan bahwasanya manusia itu tidak memperoleh apa-apa, kecuali yang mereka telah usahakan” (Q.S. An-Najm: 39).

Maksudnya ialah, apabila Allah menakdirkan kebajikan pada manusia ia akan berusaha taat padaNya. Bila menakdirkan keburukan, manusia berusaha maksiat padaNya. Begitu juga jika Dia menakdirkan untuk menjadi orang yang sukses, maka ia takdirkan sebagai orang yang rajin dalam bekerja dan berusaha.

Ketiga, rezeki karena sebab pernikahan. Menikah memang sebuah awal dari sebuah kehidupan yang baru, karena dengan adanya pernikahan kehidupan kita secara otomatis akan berubah. Yang asalnya tidak memikirkan kebutuhan ekonomi, setelah menikah kita dituntut untuk memberikan nafkah untuk anak dan istri.

Oleh karena itu, banyak orang yang memilih menikah ketika sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Namun di balik itu semua Allah Swt. telah menyiapkan rezeki guna untuk memenuhi kebutuhan mereka yang telah menikah, sebagaimana terdapat dalam Alquran:

وانكحوا الايامي منكم والصالحين من عبادكم وامائكم ان يكونوا فقراء يغنيهم الله من فضله والله واسع عليم

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui” (Q.S. An-Nur: 32).

Jadi orang yang menyegarakan diri untuk menikah apabila sudah siap itu sama saja membuka pintu rezekinya yang lain. Wallahu a’lam bish sawab.

100%

2 KOMENTAR

  1. Awal mngetahui pemahaman dari BINCANG SYARIAH , semoga menambah pemahaman dalam berislam. dan semoga pula menjadi kehendak kebaikan Allah kepada kita.

  2. Awal mngetahui pemahaman dari BINCANG SYARIAH , semoga menambah pemahaman dalam berislam. dan semoga pula menjadi kehendak kebaikan Allah kepada kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here