M. Quraish Shihab Luncurkan Buku Islam dan Kebangsaan

0
26

BincangSyariah.Com – Kamis (26/11) lalu, Pusat Studi Al-Quran (PSQ) bersama Penerbit Lentera Hati dan Organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) cabang Indonesia menyelenggarakan acara peluncuran buku terbaru pendiri PSQ, al-Ustadz M. Quraish Shihab berjudul Islam dan Kebangsaan: Tauhid, Kemanusiaan, dan Kewarganegaraan.

Prof. M. Quraish Shihab selaku pendiri Pusat Studi Al-Quran mengucapkan rasa terima kasih kepada para narasumber yang telah menyempatkan hadir dalam acara launching buku ini dan juga kepada para hadirin yang ikut hadir dalam acara. Selain itu, Quraish juga mengatakan bahwa buku ini lahir atas dasar kepedulian dan kecintaannya terhadap problematika yang terjadi di tanah air. Terutama problem soal maraknya ajaran Islam yang dibenturkan dengan konsep negara-bangsa.

Hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi dan peluncuran buku tersebut Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD (Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) dan  (Menko Polhukam) dan Yudi Latif, Ph.D (Pengamat Ideologi Pancasila).

Dalam pemaparannya, Mahfud MD berujar bahwa buku Islam dan Kebangsaan ini membuat hati tenang. Pasalnya dalam buku ini diterangkan bahwa Islam tidak mengatur hal-hal formal terkait tata cara bernegara. Akan tetapi yang diatur adalah bagaimana bernegara sebagai prinsip dan nilai. Karenanya, gagasan mengganti sistem dan dasar negara tidak tepat. Ia menegaskan, “Negara Indonesia ini bukan negara Islam tetapi negara yang Islami karena nilai-nilai substansi Islam dijalankan dalam sistem pemerintahannya.” 

Yudi Latif selaku narasumber mengungkapkan bahwa buku Islam dan Kebangsaan berada tepat di jantung gagasan kebangsaan yang sejalan dengan cita-cita lahirnya Negara Indonesia. Ia mengatakan bahwa, “buku ini sangat penting karena memperlihatkan contoh bagaimana Islam sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan Indonesia.”

Menanggapi dua pemateri tersebut, Abi Quraish Shihab selaku penulis buku menerangkan bahwa bentuk dalam Islam dapat bermacam-macam seperti bentuk masjid yang beragam, bentuk pakaian yang beragam dan sebagainya. Yang ditekankan dalam ajaran Islam adalah sifat dan nilai-nilainya. Untuk membangun nilai ini perlu proses. Oleh karena itu Ia menegaskan, “Itu sebabnya agama Islam memperhatikan nilai dan budaya masyarakat dalam konsep ‘urf.”

Quraish menambahkan, “Kita tidak bisa menjadi bangsa kecuali kalau kita mencintai tanah air kita, tumpah darah, dan Allah Swt bermula dari tempat kita berada. Kita bangun dulu desa kita, kota kita, negara kita, kemudian kita melangkah menyebarkan ke seluruh dunia dalam bentuk persaudaraan sekemanusiaan.” 

Harapan dari hadirnya buku terbaru al-Ustadz M. Quraish Shihab ini diharapkan akan sekali lagi mampu memperkaya jawaban kepada mereka yang masih belum mampu memahami makna kebangsaan, kemanusiaan, dan kewarganegaraan dari persepektif Islam.

Acara peluncuran buku ini merupakan bagian dari program Kajian Membumikan Al-Quran (KMQ). Sebah program yang diselenggarakan PSQ berupa diskusi akademik rutin bagi para dosen, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat secara umum. Program ini telah berjalan hingga seri ke-17 sejak pertama kali digelar dua tahun yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here