M. Quraish Shihab: Ciptakan di Bumi Bayang-Bayang Surga

0
102

BincangSyariah.Com – Dalam salah satu serial podcast Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang ditayangkan via akun Youtube beliau, salah satu sedikit dari pakar tafsir di Indonesia ini menjelaskan bahwa manusia memiliki tugas untuk menjaga kemakmuran bumi ini dan membangun peradaban. Salah satu jalan agar manusia mampu membangun peradaban di muka bumi adalah dengan memiliki relasi hubungan baik dengan Allah melalui agama. Dalam edisi kali ini, al-Ustadz M. Quraish Shihab menceritakan bagaimana awal manusia memiliki hubungan dengan Tuhan.

Prof. Quraish Shihab membuka podcast-nya dengan memberikan pernyataan berikut, “agama adalah hubungan. Hubungan manusia dengan Tuhannya. Pertanyaannya, bagaimana lahir hubungan ini terjadi? Yaitu ada hubungan dengan Tuhan, lalu ada anjuran Tuhan untuk behubungan baik sesama manusia.” Prof. Quraish selanjutnya menjelaskan bahwa pada titik inilah mulai terjadi diskusi para pakar tentang asal benih lahirnya agam

Untuk menjawabnya, Prof. Quraish memulai dengan merefleksikan berbagai macam pendapat. Pendapat pertama, menurut Prof. Quraish, seringkali dianggap sangat populer padahal yang paling tidak tepat, adalah pendapat Sigmund Freud. Freud menggulirkan gagasan bahwa salah satu agama yang paling tua adalah menyembah kepada leluhur. Hubungannya nanti dengan teorinya soal Oedipus Complex. Teorinya menggambarkan, bahwa ada satu anak memiliki kedua orangtua, dimana sang ibu sangat cantik. Sang anak kemudian ada hasrat birahi terhadap ibunya sendiri, namun karena ada sang ayah, ia bunuh ayahnya sendiri. Setelah kejadian nahas itu terjadi, sang anak menyesal dan kemudian menyembah ayahnya sendiri. Pendapat ini, tegas Prof. Quraish, tidak bisa diterima.

Pendapat kedua misalnya disampaikan orang-oran pengusung ideologi komunis. Mereka misalnya menawarkan pendapat kalau agama merupakan ciptaan orang-orang kaya untuk menundukkan masyarakat kelas bawah. “Jadi gambarannya adalah, orang-orang yang miskin disuruh berpandangan “sabar saja atas kesusahanmu, nanti akan meraihnya di surga.” Ini juga tidak tepat.

Baca Juga :  Tiga Keutamaan Bersedekah Air

Yang terakhir, pendapat yang juga populer, dan menurut Prof. Quraish mendekati kebenaran, adalah pandangan yang mengatakan agama lahir karena diikuti rasa takut. Ini bisa dilihat semakin tua umur seseorang, maka semakin kuat dia beragama. Semakin ia tahu bahwa umurnya akan berkurang, ia akan dihantui rasa takut mati dan ingin melakukan sesuatu yang baik. Pun contoh yang lainnya, semisal semakin dekat waktu ujian, banyak para mahasiswa yang rajin beribadah shalat.

Tapi, lanjut Prof. Quraish, kalaupun pendapat ketiga atau terakhir itu benar, sebenarnya di kalangan pakar-pakar dari kaum muslimin punya penjelasan yang lebih bahwa agama bukan hanya tentang rasa takut. Beliau lalu menegaskan hal penting bahwa keberagamaan tidak lagi ada di surga. “Tidak wajib lagi anda shalat, puasa, itu untuk di dunia. Kalaupun ada kisah penduduk surga mengucapkan alhamdulillah, itu murni atas keinginannya untuk besyukur, bukan dalam konteks melaksanakan perintah (taklif).”

Lantas al-Ustadz M. Quraish Shihab mengajak kita melihat kepada kisah Nabi Adam As. Sebelum Allah menciptakan Nabi Adam As., Allah sudah bertujuan untuk menurunkan Adam As. ke muka bumi. Tapi, Allah Swt. setelah menciptakan Adam As, beliau suruh Adam untuk tinggal sejenak di surga. “Supaya Adam lihat, ada banyak sekali nikmat di dalamnya, mau makan ada, mau minum, sampai bisa berbusana lengkap. Tapi Allah juga mengingatakan, Hai Adam, lihat itu ada musuhmu, setan. Ini seperti dikisahkan dalam surah Thaha [20]: 117-119,

فَقُلْنَا يَاآدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (117) إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى (118) وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى (119)

“maka kami berkata ‘Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu celaka.”, “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan didalamnya dan tidak akan telanjang.”, “Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasakan dahaga dan tidak ditimpa panas matahari didalamnya.”

“Jadi Adam sebenarnya tidak terusir kan, tapi memang direncanakan untuk diturunkan ke muka bumi?” tegas Prof. Quraish Shihab. Beliau lalu mengajak kita melihat apa filosofi dari kisah diatas. Allah seolah ingin menegaskan kepada Adam As., agar ia menjadikan segala tugasnya di muka bumi dengan menjadikan kehidupan kelak di surga sebagai « target ». Seakan Allah mengatakan, “ciptakanlah suasana di bumi dengan bayang bayang surga, agar manusia selalu berusaha, bekerja, dan mewujudkan harapan mencapai kehidupan yang sejahtera.”

Baca Juga :  M. Quraish Shihab Menjawab: Katanya Allah Ada tapi Kok Kita Tidak Lihat?

Nabi Adam Ciptakan Peradaban

Disaat Nabi Adam turun dari surga dan menetap di bumi, ada tiga hal yang ditemukan olehnya, yaitu  keselamatan, kebaikan, dan keindahan. Tanpa disadari, di lain kesempatan, Nabi Adam menemukan banyak kekurangan. Ketika ia temukan bintang yang indah di langit, kemudian bintang itu hilang. Di kesempatan lain, Adam menemukan mawar yang indah namun esoknya ia layu dan tak indah lagi.

Namun, Nabi Adam tidak menyerah. Ia langsung mencari apa yang paling baik, paling benar, dan langgeng di bumi ini. Adam telah menemukan kebaikan, keselamatan, dan keindahan yang telah Allah siapkan untuk para penduduk bumi. Mencari yang paling baik itulah petunjuk Tuhan. Dari mengikuti petunjuk Tuhan, lahirlah ketaatan sehingga berjalanlah apa yang disebut sebagai agama.

Al-Ustadz Quraish Shihab menegaskan, bahwa kebaikan akan melahirkan sebuah akhlak, menemukan sebuah keindahan akan melahirkan seni, dan dengan mencari sebuah kebenaran, akan lahir sebuah ilmu.  Setelah ia lama tinggal di bumi, ia mulai teringat kenangan manisnya selama di surga. Ia sadar bahwa dalam menemukan agama, harus dilandasi dengan kebaikan, keindahan, dan  keselamatan. Dengan begitu, maka terciptalah peradaban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here