Lucky Draw To The Poin Telkomsel Apakah Termasuk Judi?

0
14

BincangSyariah.Com – Untuk menarik minat konsumen, terkadang sebuah marketplace dan berbagai platform e-commerce, sering mengadakan program-program undian berhadiah. Salah satunya adalah Telkomsel, yang merupakan sebuah perusahaan operator telepon seluler terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ini biasanya menyesuaikan dengan sebuah even tertentu. Seperti Telkomsel dengan program Lucky Draw to The Poin-nya. Dalam konteks ini, peneliti akan mencoba untuk mengurainya dari berbagai sisi yang fokus pada kajian fikih muamalah.

Apa itu Lucky Draw to The POIN Telkomsel?

Lucky Draw to The Poin ini hanyalah salah satu bagian dari rencana program To The Poin Festival. Telkomsel menyelenggarakan program tersebut di penghujung tahun 2020. Program ini akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Dari program yang diselenggarakan, ada sejumlah hadiah yang ditawarkan oleh Telkomsel selaku event organizer (penyelenggara) dan akan diberikan kepada pengguna kartu SIM Telkomsel yang bersedia menukarkan 1 POIN Telkomsel yang dimilikinya dengan satu kupon undian berhadiah. Ada banyak pilihan undian berhadiah yang bila disampaikan, secara detail, maka akan nampak sebagai berikut!

Mercedes-Benz C180 AMG              1 unit

Honda HRV                                         3 unit

Samsung Galaxy Note20 Ultra         10 buah

Samsung Galaxy A80                         26 buah

Voucher pulsa @Rp500.000            500 buah

Voucher pulsa @Rp250.000            300 buah

Emas 100 gram                                  10 buah

Emas 50 gram                                     25 buah

Emas 10 gram                                     25 buah

Emas 5 gram                                       100 buah

Emas 1 gram                                       500 buah

Sebagai satu catatan, adalah bahwa hadiah ini tidak bisa ditentukan sendiri oleh konsumen. Alhasil, pemenang undian hanya bisa pasrah dengan hadiah yang ia dapatkan.

Poin Telkomsel merupakan harta digital yang diketahui memiliki nilai tukar yang dijamin oleh Telkomsel, dengan nilai konversi senilai 100 rupiah per poin. Dengan mencermati hal ini, maka POIN Telkomsel adalah masuk rumpun kategori harta yang sah secara syariat, sebab memenuhi definisi harta sebagai kullu ma yutammawwalu fahuwa al-mal (segala sesuatu yang bisa dijadikan harta, adalah harta) dengan jaminan berupa utangnya Telkomsel kepada semua pihak pengguna jasanya.

Mekanisme Penyelenggaraan Program Lucky Draw to The Poin Telkomsel

Berdasarkan situs resmi Telkomsel, disebutkan bahwa cara mengikuti program Lucky Draw to The Poin ini adalah melalui penukaran POIN Telkomsel lewat aplikasi MyTelkomsel, atau dengan mengakses *700# lalu memilih tukar poin dengan kupon undian. Semakin banyak pelanggan itu menukarkan POIN Telkomsel yang dimilikinya, maka semakin besar peluang menang mendapat hadiah.

Adapun cara penentuan pemenang, adalah dilakukan melalui jalan penarikan undian pada 21 Januari 2021 mendatang dan akan secara resmi diumumkan di situs resmi Telkomsel dengan tajuk luckydrawttp. Cara ini dibolehkan oleh syariat, dengan catatan bahwa:

  1. Obyek yang diundi merupakan obyek yang tidak bisa maslahah bila dibagi tanpa melalui pengundian. Misalnya, pembagian tanah warisan, dan lain sebagainya.
  2. Giliran istri yang diajak pergi oleh suami ketika seorang suami beristri lebih dari satu.

Dua cara pengundian ini, adalah boleh dilakukan, akan tetapi dengan catatan yaitu bila tidak ditemukan cara lain yang lebih maslahah. Alhasil, undian adalah solusi terakhir yang dilakukan agar tercapainya keridlaan semua pihak dengan tanpa adanya pihak yang dirugikan.

Adanya pihak yang dirugikan akibat suatu acara undian (muqamarah), dengan ciri utama adanya harta yang hilang bagi pihak yang tidak mendapat undian, adalah ciri khas dari maisir / qimar (judi).

Analisis Akad Fikih Mengenai Program Telkomsel di Atas

Untuk bisa memahami mengenai jalinan akad di atas, apakah termasuk sah atau tidaknya secara syara’, maka dalam konteks ini kita perlu melakukan kajian dengan fokus utama pada pangkal masalah, yaitu:

  1. 1 Poin Telkomsel, dihargai oleh Telkomsel senilai 100 rupiah dalam bentuk harta utang yang bisa dicairkan bila diklaim oleh pelanggan.
  2. Karena adanya jaminan penukaran tersebut, maka POIN adalah termasuk kategori harta maushufah fi al-dzimmah, atau bisa disebut juga sebagai harta utang.
  3. Akad penukaran 1 POIN Telkomsel dengan Kupon Undian, adalah termasuk jenis akad jual beli disebabkan ada harga (POIN) dan barang (Kupon).
  4. Kupon undian, merupakan yang dipersengketakan status hartanya, sebab aset yang menjadi penjaminnya merupakan aset yang tidak diketahui secara pasti (majhul).
  5. Karena POIN merupakan harta yang sah, sementara kupon undian merupakan harta yang tidak pasti aset penjaminnya, maka transaksi yang berlaku ketika terjadi penukaran Poin Telkomsel dengan Kupon Undian, adalah termasuk transaksi bai’ maushuf fi al-dzimmah bi ma al-majhulah
  6. Transaksi sedemikian rupa ini, adalah termasuk kategori transaksi jual beli utang dengan sesuatu yang tidak ma’lum (jahalah).
  7. Melakukan penukaran terhadap sesuatu yang sifatnya ma’lum dengan sesuatu yang tidak diketahui, adalah termasuk transaksi gharar (tidak pasti) dan memenuhi unsur maisir (judi)

Dengan mencermati bagaimana program Lucky Draw to The POIN Telkomsel ini diselenggarakan oleh Telkomsel, di penghujung akhir tahun 2020 ini, maka secara tidak langsung dapat ditarik kesimpulan bahwa Program Lucky Draw to The POIN Telkomsel adalah termasuk yang haram sebab memenuhi illat larangan penyelenggaraan, yaitu adanya gharar (spekulatif) dan maisir (judi). Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here