Hukum Lomba Balapan Burung Merpati dalam Islam

0
746

BincangSyariah.Com – Di banyak daerah, banyak masyarakat yang mengadakan lomba balapan merpati. Lomba merpati ini dikenal dengan nama lomba merpati balap. Biasanya, yang dinilai adalah larinya yang paling cepat. Bagaimana hukum lomba balapan merpati dalam Islam, apakah boleh? (Baca: Hukum Memelihara Burung Walet dalam Islam)

Menurut para ulama, semua bentuk perlombaan dan pertandingan hukumnya boleh dalam Islam, selama tidak ada unsur taruhan dan perjudian. Baik perlombaan tersebut menggunakan tenaga manusia, hewan dan lainnya.

Karena itu, boleh berlomba tanpa taruhan seperti lomba lari, perahu, balapan burung, keledai, gajah dan lomba tombak. Kebanyakan ulama membolehkan setiap perlombaan yang tanpa taruhan secara mutlak.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah berikut;

واجمع المسلمون على جواز المسابقة في الجملة

Kaum muslimin sepakat mengenai kebolehan perlombaan secara keseluruhan.

Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah membolehkan semua jenis perlombaan selama tidak ada unsur perjudian dan taruhan. Beliau berkata sebagai berikut;

وَالْمُسَابَقَةُ عَلَى ضَرْبَيْنِ ؛ مُسَابَقَةٌ بِغَيْرِ عِوَضٍ ، وَمُسَابَقَةٌ بِعِوَضٍ . فَأَمَّا الْمُسَابَقَةُ بِغَيْرِ عِوَضٍ ، فَتَجُوزُ مُطْلَقًا مِنْ غَيْرِ تَقْيِيدٍ بِشَيْءٍ مُعَيَّنٍ

Perlombaan itu ada dua macam: perlombaan tanpa taruhan dan dengan taruhan. Adapun perlombaan tanpa taruhan, itu boleh secara mutlak tanpa ada pengkhususan ada yang terlarang.

Dalil yang dijadikan dasar kebolehan semua jenis perlombaan adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dari  Sayidah Aisyah, dia bercerita;

أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ

Sayidah Aisyah pernah bersama Nabi Saw dalam sebuah perjalanan. Dia berkata; Kemudian aku berlomba lari bersama beliau dan aku mengalahkannya. Tatkala aku sudah bertambah gemuk, aku berlomba lari lagi bersama beliau dan beliau mengalahkan kau, lalu beliau berkata; Ini balasan untuk kekalahanku dahulu.

Baca Juga :  Tiga Alasan Kenapa Manusia Harus Beragama

Dengan demikain, lomba menerbangkan merpati boleh dalam Islam. Selama tidak ada taruhan, maka tidak masalah. Meski demikian, terdapat sebagian ulama berpendapat makruh melakukan lomba merpati. Sebaiknya merpati dipelihara untuk dimanfaatkan telurnya, atau digunakan untuk mengantarkan surat, bukan untuk diperlombakan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

اتخاذ الحمام للبيض أو الفرخ أو الانس أو حمل الكتب أي على أجنحتها مباح ويكره اللعب به بالتطيير والمسابقة

Memelihara merpati untuk diambil telurnya atau anaknya atau untuk kesenangan saja atau sebagai kurir pembawa surat hukumnya mubah, dan dimakruhkan bermain-main dengannya dengan menerbang-nerbangkannya atau dengan diadu atau diperlombakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here