Literasi Wakaf di Indonesia Minim, BWI Ingin Materi Wakaf Masuk Kurikulum Pendidikan

0
190

BincangSyariah.Com – Imam Teguh Saptono, Wakil Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia menyebutkan bahwa literasi wakaf masih sangat minim di kalangan masyarakat Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Halal Bi Halal dan Bincang Wakaf, di Hotel Aone, Jakarta, pada Selasa (09/07/19).

Ini merupakan hambatan besar yang membuat ketertarikan umat muslim untuk berwakaf sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari pendapat wakaf uang sejak era Presiden SBY yang stagnan masih dikisaran 199 milyar rupiah. “Tapi, mungkin ini juga sebab infrastruktur  pelaporan wakaf masih terbatas serta nazir tidak lapor.” ujar Imam.

Sebagai upaya meningkatkan animo masayrakat untuk berwakaf, BWI akan terus mengupayakan literasi mengenai wakaf, salah satunya dengan memasukkan materi wakaf dalam Kurikulum Sekolah Menengah Atas dan Universitas yang nantinya akan bekerjasama dengan Kementarian Agama Republik Indonesia.

“Jadi harus ditekankan lebih dalam literasi. Paling gampang lewat lembaga pendidikan, Masukkan wakaf ke kurikulum pendidikan, karena dengan itu akan lahir generasi yang peka terhadap wakaf,” ujar Imam.

Saat ini buku-buku wakaf sedang disusun untuk pegangan s1 sehingga secara formal materi wakaf akan dimasukkan ke perguruan tinggi. Sementara untuk SMA baru saja diterbitkan buku ekonomi syariah yang di dalamnya ada materi wakaf.

Selain itu, bekerjasama dengan Bank Indonesia, BWI akan membuka sekolah master khusus wakaf untuk nazir dari berbagai lembaga pengelola wakaf. Ini dilakukan guna menciptakan SDM yang profesional dalam mengelola wakaf produktif.

Program Master wakaf tersebut rencananya akan dibuka perdana di Sekolah Tinggi Islam Gontor. Ini juga merupakan tindak lanjut dalam rencana sertifikasi nazir yang akan berkerjasama dengan OJK.

Baca Juga :  Alif Iqra Akan Segera Luncurkan Aplikasi Pencarian Guru Mengaji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here