Lima Surah Al-Qur’an yang Diawali dengan Alhamdulillah

1
1096

BincangSyariah.Com – Pujian dalam bahasa Arab disebutkan dengan kata “Al-hamdu” yang terdiri dari lima huruf, yakni alif, lam, hah, mim, dan dal. Di dalam Al-Qur’an pun ada lima surah yang diawali dengan kata Al-hamdu. Kelima surah tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, surah Alfatihah.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

Kedua, surah Al-An’am.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.

Ketiga, surah Al-Kahf

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

Keempat, surah Saba’

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الْاٰخِرَةِۗ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.

Kelima, surah Fathir

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Al pada kata alhamdulillah merupakan al yang berfungsi sebagai istighraq atau menghabiskan, oleh karena itu terjemahan dari kata alhamdulillah adalah segala puji bagi Allah swt., bukan pujian untuk Allah.

Baca Juga :  Renungan untuk Lelaki Sebelum Menikah

Adapun maksud segala puji bagi Allah swt. adalah bahwa semua pujian yang diucapkan itu pasti kembalinya kepada Allah swt. Baik pujian itu dari Allah swt. untuk Allah swt. seperti di dalam ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana ayat-ayat tersebut di atas adalah firman Allah swt, yang memuji zat-Nya sendiri.

Atau pujian dari Allah swt. kepada makhlukNya, maka pujian itu pun sejatinya adalah pujian untuk Allah swt., seperti Allah swt. ketika memuji Nabi Muhammad saw., maka sesungguhnya pujian itu kembali kepada Allah swt. yang telah menciptakan Nabi Muhammad saw.

Atau pujian dari makhluk kepada Allah swt., seperti kita sering memuji kebesaran Allah swt. yang telah menciptakan bumi dan seisinya, maka pujian itu kembali kepada Allah swt. Dan atau pujian dari makhluk kepada makhluk lainnya, seperti kita sering memuji teman kita yang cantik, tampan, pintar, dan sebagainya, maka sejatinya kita pun sedang memuji Allah swt. yang telah menjadikan teman kita itu cantik dan seterusnya.

Dengan demikian, maka segala pujian itu pasti pada hakikatnya adalah untuk Allah swt. sehingga sangat tidak pantas bagi kita untuk menyombongkan diri atas pujian yang kita terima, karena pujian itu adalah milik Allah swt. Wa Allahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here