Lima Rukun Nikah dan Ketentuannya

0
6108

BincangSyariah.com – Nikah memiliki rukun-rukun yang harus terpenuhi saat melangsungkan akad nikah. Jika rukun nikah ini tidak terpenuhi, maka akad nikahnya tidak sah. Hal ini sama dengan ibadah salat dan lainnya, tidak sah tanpa memenuhi rukun-rukun yang telah ditetapkan oleh syariat.

Imam al-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’ menyebutkan bahwa nikah terdiri dari lima rukun yang harus terpenuhi saat melangsungkan akad nikah. Beliau berkata;

فصل فِي أَرْكَان النِّكَاح وَهِي خَمْسَة صِيغَة وَزَوْجَة وَزوج وَولي وهما العاقدان وشاهدان

“Fasal tentang rukun-rukun nikah. Rukun-rukun nikah ada lima, yaitu sighat, istri, suami, wali dan keduanya (suami dan wali) yang melakukan akad, dan terakhir dua saksi.”

  1. Sighat.

Sighat terdiri atas ijab dan qabul. Ijab dilakukan oleh wali atau wakilnya dengan lafal ‘ahkahktuka (saya menikahkan)’ atau ‘zawwajtuka (saya mengawinkan)’. Sementara qabul dilakukan oleh calon suami dengan lafal ‘qabiltu (saya menerima)’ atau ‘tazawwajtu (saya kawin).’

  1. Calon istri.

Calon istri yang hendak dinikahi bukan wanita yang haram dinikahi, seperti karena mahram, istri yang kelima, masih menjadi istri orang lain, dan lain sebagainya.

  1. Calon suami.

Calon suami yang hendak menikah harus dalam keadaan sedang tidak ihram, tidak dipaksa, wanita yang hendak dinikahi harus jelas dan juga harus mengetahui bahwa wanita yang hendak dinikahi halal baginya. Disebutkan dalam kitab Al-Bujairimi ‘alal Khatib;

و شرط في الزوج حل واختيار وتعيين وعلم بحل المرأة له

“Syarat calon suami ialah dalam keadaan halal (tidak sedang ihram), tidak terpaksa, menentukan wanita yang hendak dinikahi, dan tahu akan halalnya calon istri baginya.”

  1. Wali.

Wali nikah di sini dibagi dua, yaitu wali nasab dan wali hakim. Masing-masing harus memenuhi syarat berikut, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, dan adil. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Abu Syuja’ dalam Matan al-Ghayah wa Taqrib:

ويفتقر الولي والشاهدان إلى ستة شرائط: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية والذكورة والعدالة

Baca Juga :  Tidak akan Mati Hati Seseorang yang Menghidupkan Malam Ied, Hadis atau Bukan?

“Wali dan dua saksi membutuhkan enam persyaratan; Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil.”

  1. Dua saksi.

Saat melangsungkan akad nikah harus disaksikan minimal dua orang. Syarat menjadi saksi sama dengan syarat wali nikah, yaitu Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki dan adil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here