Lima Macam Hukum Talak

0
3324

BincangSyariah.Com – Talak secara syariah artinya melepas ikatan nikah suami istri. baik melalui sebuah ucapan seorang suami yang memiliki arti talak ataupun melalui keputusan hukum di pengadilan atas gugatan yang diminta oleh istri.

Ketentuan talak diatur dalam syariat Islam berdasarkan firman Allah Swt.

الطلاق مرتان فامساك بالمعروف او تسريح باحسان

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (Q.S. al Baqarah; 229)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu.” (Q.S. Talaq: 1)

Sementara itu, dalam hadis disebutkan,

عن ابن عمر أنه طلق امرأته وهي حائض ، فسأل عمر رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك ، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم : مره فليراجعها ، ثم ليتركها حتى تطهر ، ثم تحيض ، ثم تطهر ، ثم إن شاء أمسك بعد ، وإن شاء طلق قبل أن يمس فتلك العدة التي أمر الله أن يطلق لها النساء

Dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya ia pernah menalak istrinya, padahal istrinya dalam keadaan haid pada masa Rasulullah saw. Umar bertanya kepada Rasulullah saw. tentang hal itu. Maka beliau bersabda, “Suruhlah ia merujukinya, lalu ia menahannya sehingga suci, kemudian ia haid lagi, kemudian ia suci lagi. Kemudian jika ia masih menginginkan, boleh tidak menalaknya. Dan jika ia mau, ia boleh menalaknya sebelum mencampurinya. Maka itulah iddah yang Allah perintahkan supaya wanita ditalak padanya”. [H.R. Bukhari dan Muslim].

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni mengatakan bahwa para ulama bersepakat akan kebolehan talak, sebab dalil-dalil yang membolehkan di atas. Talak bisa terjadi sebab hubungan pernikahan di antara suami istri telah rusak. Sehingga mempertahankan pernikahan itu sendiri menjadi suatu petaka tersendiri.

Seperti sebab suami tidak memberi nafkah dan tempat tinggal, atau suami menahan istri dengan hubungan suami istri yang buruk sehingga terjadi pertengkaran tidak bermanfaat yang tiada berkesudahan. Atau sebaliknya.

Menurut Ibnu Qudamah, setidaknya ada lima tingkatan hukum talak:

Pertama, wajib. Talaknya dua orang yang dihukumi saudara kandung atau gugatan istri yang merasa terzalimi atau hidupnya dalam bahaya sebab perbuatan suami.

Kedua, makruh. Talak yang tidak ada masalah atau keperluan yang memaksa talak.

Ketiga, boleh. Ketika merasa perlu melakukan talak sebab buruknya perangai sang istri

Keempat, sunnah. Disunnahkan menalak jika istri melakukan maksiat atau dosa besar

Kelima, haram. Menalak istri dalam keadaan haid.

Namun, perlu diingat. Talak meskipun secara syariat diperbolehkan tapi itu perkara halal yang paling dibenci Allah.

أبغض الحلال إلى الله الطلاق .

Artinya: Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak. (H.R. Abu Daud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here