Lima Ketentuan Terkait Penggunaan Barang Pinjaman

1
1228

BincangSyariah.Com – Dalam fiqih, barang pinjaman disebut dengan musta’ar, sebagian ulama menyebutnya dengan mu’ar. Orang yang meminjam (musta’ir) barang pinjaman harus menjaganya dengan baik agar tidak sampai rusak. Hal ini karena orang yang meminjam hanya berhak menggunakan manfaatnya, sementara barangnya tetap milik orang meminjami dan harus dikembalikan kepadanya dalam keadaan baik dan utuh.

Karena itu, agar barang pinjaman terjamin dan terpelihara dengan baik, maka para ulama menetapkan delapan ketentuan terkait penggunaan dan pemanfaatan barang pinjaman. Delapan ketentuan tersebut sebagai berikut;

Pertama, barang yang dipinjam selayaknya digunakan dan dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan. Sebaliknya,  tidak boleh digunakan untuk keperluan yang bertentangan dengan aturan agama, atau sesuatu yang diharamkan.

Kedua, dalam menggunakan barang pinjaman, peminjam hendaknya tidak melampaui batas dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh orang yang meminjamkan.

Ketiga, peminjam wajib merawat dan menjaga barang pinjaman dengan baik sehingga tidak rusak. Hal ini karena barang pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya dalam keadaan baik dan utuh seperti semula, tanpa ada kerusakan padanya. Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Nasai dari Samurah, dia berkata;

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَي الْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى يُؤَدِّيْه

“Nabi saw pernah bersabda, ‘Tanggung jawab barang yang diambil atas orang yang mengambil hingga barang itu dikembalikan.’”

Keempat, peminjam harus mengembalikan barang pinjaman sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh orang yang meminjami.

Kelima, apabila peminjam dalam waktu yang sudah ditetapkan belum bisa mengembalikan barang pinjaman, maka harus memberitahukan dan meminta izin kepada orang yang meminjami untuk tetap menggunakan barang pinjaman.

Kelima, jika ada kerusakan pada barang pinjaman, maka peminjam wajib menggantinya seharga barang pinjaman atau barang yang serupa dengannya. Hal ini sesuai dengan pesan hadis riwayat Imam Abu Daud dan Tirmizi, Nabi saw bersabda;

Baca Juga :  Berkah Keping Dinar Yang Disedekahkan Oleh Ali bin Abi Thalib

اَلْعَارِيَةُ مُؤَدَّةٌ وَ الزَّعِيْمُ غَارِمٌ

“Barang pinjaman wajib dikembalikan, dan orang yang menjamin sesuatu harus membayar.”

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh, terkait judul Lima ketentuan barang pinjaman, pada paragraf ke dua alenia tiga belas, tertulis Ulama menetapkan delapan ketentuan, mohon pencerahan, wassalam, terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here