Langkah Indah Ketika Melihat Orang Lain Melakukan Perbuatan Dosa

0
1109

BincangSyariah.Com – Sudah bukan rahasia lagi jika perbuatan dosa adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah. Perbuatan yang jika dilakukan akan mendapatkan dosa. Oelh karena itu kita diwajibkan untuk menjauhinya, agar tidak terperangkap olehnya. Namun realitanya, tidak semua perbuatan dosa itu dijauhi oleh umat Islam.  Masih ada satu atau dua yang sering dilakukan di tempat khusus maupun tempat umum. Nah, jika kita menyaksikan perbuatan dosa tersebut, bagaimana kita harus bersikap?

إذا رأيتم أخاكم قارف ذنبا فلا تكونوا أعوانا للشيطان عليه أن تقولوا اللهم أخذه اللهم العنه ولمن سلوا الله العافية فإن أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم كنا لا نقول في أحد شيئا حتى نعلم على ما يموت فإن ختم له بخير عملنا أن يكون قد أصاب خيرا وأن ختم له بشر خفنا عليه عمله

Apabila kalian melihat saudara kalian melakukan dosa, maka janganlah kalian menjadi penolong setan yang ingin mencelakainya dengan mengatakan “Ya Allah adzablah dia, Ya Allah laknatlah dia”. Tetapi mohonlah kepada Allah agar dia selamat (bertaubat). Karena sesungguhnya para sahabat Nabi tak berani melaknat orang yang masih hidup. Siapa tahu dia bertaubat di akhir hayat. Kalaupun dia tidak bertaubat, kami tetap mengkhawatirkannya sembari mengharapkan dosa-dosanya diampuni

Pemaparan tersebut tertulis dalam kitab Az Zuhud wa Raqaiq karya Ibn al Mubarak. Pemaparan yang mengajak kita untuk tidak langsung melaknat atau mendoakan yang buruk terhadap orang yang melakukan dosa. Sebagaimana yang disebut di atas “Ya Allah adzablah dia, atau Ya Allah laknatlah dia” merupakan kalimat-kalimat yang tidak pantas untuk dilontarkan. (Doa Agar Terhindar dari Perbuatan Maksiat)

Meskipun terlihat jelas apa yang ia kerjakan adalah hal yang dilarang oleh Allah, namun alangkah bijaknya jika kita mendoakan keselamatan dia. Mendoakan semoga Allah memberikan hidayah secepatnya atau semoga Allah membukan pintu taubat baginya adalah contoh baik yang tersirat dalam keterangan di atas.

Baca Juga :  Inilah Cara Mencegah Penyakit Ain

Mendoakan kebaikan untuk orang lain, kita pun mendapat kebaikan yang sama dengan yang didoakan. Lantas bagaimana jika mendoakan yang buruk atau mencela orang lain yang telah berbuat dosa? Ibnul Qayyim  menjelaskan bahwa dosa mencela saudaranya yang telah melakukan dosa itu lebih besar dari dosa itu yang dilakukan oleh saudaranya. Beliau mengungkapkna dalam kitab Madarijus Salikin,

ﺃﻥ ﺗﻌﻴﻴﺮﻙ ﻷﺧﻴﻚ ﺑﺬﻧﺒﻪ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﺛﻤﺎ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ ﻭﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﻣﻌﺼﻴﺘﻪ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺻﻮﻟﺔ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ ﻭﺗﺰﻛﻴﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ

Engkau mencela saudaramu yang melakukan perbuatan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yabg lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci.”

Alhasil, pilihan sikap yang terbaik ketika kita menyaksikan perbuatan dosa atau perbuatan yang dilarang oleh Allah adalah mendoakan keselamatannya. Bukan dengan celaan, laknat atau hal-hal yang berbau kalimat buruk. Jika menghadirkan celaan saat orang lain berbuat maksiat, maka yang ada adalah kita sendiri yang panen dosa yang lebih besar darinya. Hidayah adalah hak paten milik Allah, kita hanya bisa mendoakan orang-orang berbuat tak pantas itu agar segera mendapatkan hidayah-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here