Hubungan antara Ketakwaan dan Kemanusiaan Menurut Nabi

0
652

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketakwaan dan kemanusiaan memiliki keterkaitan yang erat. Sebab Islam mengajarkan prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Bukankah Nabi telah menegaskan bahwa tidak akan sempurna keimanan dan ketakwaan seseorang kecuali jika ia mampu mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri?

Karena itu, tidaklah berlebihan jika Ibnu Qayyim menyatakan bahwa agama seluruhnya adalah tentang akhlak, barangsiapa menghilangkan akhlaknya berarti ia telah kehilangan agamanya. Seperti itulah gambaran pentingnya rasa kemanusiaan dalam Islam.

Maka bagaimana caramu berakhlak, dari sana akan tercermin seberapa tinggi ketakwaanmu. Dalam riwayat yang lain, Nabi menjelaskan lebih terperinci bagaimana seharusnya berakhlak terhadap sesama. Dalam sebuah hadis disebutkan,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يحتقره التقوى ها هنا. ويشير إلى صدره ثلاث مراّت. بحسب امرئ من الشر أن يحتقر أخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه. رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesama Muslim adalah saudara maka ia tidak boleh menzaliminya, mengecewakannya, mencibir atau merendahkannya. Ketakwaan itu sesungguhnya di sini”, sambil menunjuk dada dan diucapkannya tiga kali. “Seseorang sudah cukup jahat ketika ia sudah menghina sesama saudara muslim, setiap muslim adalah haram dinodai jiwanya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan seorang Muslim tidak hanya dilarang menzalimi saudaranya tapi juga jangan sampai mengecewakan apalagi merendahkan sesama. Sungguh hal itu adalah puncak kemanusiaan yang tinggi jika kita mampu mengamalkannya. Dalam hadis di atas dapat kita lihat bahwa dalam Islam setiap manusia adalah berharga.

Baca Juga :  Berpikir Maju ke Depan sebagai Bentuk Ketakwaan

Karena itu pada akhir hadis, Rasul menyebutkan tentang ketakwaan dan menunjukkan tangannya ke dada. Maksudnya adalah jika apa yang ada dalam hati itu baik maka seluruh jasadnya akan baik. Baik akhlak, perilaku maupun sikap orang tersebut. Sebab orang bertakwa tidak akan melakukan berakhlak buruk kepada sesama manusia apalagi sesama Muslim.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here