Lendir Siput, Suci atau Najis?

0
623

BincangSyariah.Com – Siput merupakan hewan yang mengeluarkan lendir untuk melindungi tubuhnya dari benda yang ada di atas tanah. Lendir ini berfungsi untuk membuat tubuh siput tidak mudah terluka saat berjalan di atas tanah. Namun bagaimana terkait hukum lendir siput ini, apakah suci atau najis?

Menurut para ulama Syafiiyah, semua bentuk cairan yang merembes dan menetes dari bagian dalam hewan, maka cairan itu mengikuti status hewan tersebut. Jika hewan tersebut termasuk hewan yang suci, maka cairan itu dihukumi suci. Namun jika hewan tersebut termasuk hewan yang najis, maka cairan itu dihukumi najis. (Baca: Hukum Mengonsumsi Keong, Halal atau Haram?)

Oleh karena siput termasuk hewan yang suci, maka cairan yang keluar dari dalam tubuhnya, termasuk lendirnya, dihukumi suci. Ini berbeda dengan dengan lendir atau air liur anjing, karena anjing termasuk hewan yang najis, maka lendir dan air liurnya dan semua cairan yang merembes dari tubuhnya dihukumi najis.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺇﻥ ﻣﺎ ﺍﻧﻔﺼﻞ ﻋﻦ ﺑﺎﻃﻦ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺍﺟﺘﻤﺎﻉ ﻭﺍﺳﺘﺤﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺮﺷﺢ ﺭﺷﺤﺎ ﻛﺎﻟﻠﻌﺎﺏ ﻭﺍﻟﺪﻣﻊ ﻭﺍﻟﻌﺮﻕ ﻭﺍﻟﻤﺨﺎﻁ ﻓﻠﻪ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺘﺮﺷﺢ ﻣﻨﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻧﺠﺴﺎ ﻓﻨﺠﺲ ﻭﺇﻻ ﻓﻄﺎﻫﺮ

Ulama Syafiiyah berkata bahwa semua cairan yang keluar dari bagian dalam hewan dan ia tidak termasuk bagian dalam hewan tersebut, melainkan ia merembes saja seperti air liur, keringat dan ingus, maka hukumnya sama seperti hewannya. Jika hewannya najis, maka dihukumi najis, sebaliknya jika suci, maka dihukumi suci.

Semua bentuk cairan hewan, seperti lendir siput dan semua hewan melata dihukumi suci. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

Baca Juga :  Ini Balasan bagi yang Pernah Zalimi Orang Lain

واعلم انه لا فرق في العرق واللعاب والمخاط والدمع بين الجنب والحائض والطاهر والمسلم والكافر والبغل والحمار والفرس والفار وجميع السباع والحشرات بل هي طاهرة من جميعها ومن كل حيوان طاهر وهو ما سوى الكلب والخنزير وفرع أحدهما

Ketahuilah bahwa tidak ada bedanya antara keringat, ludah, ingus, air mata dari orang junub, orang haid, orang yang suci dari keduanya, orang muslim, kafir, keledai, kuda, tikus dan semuanya hewan buas dan melata. Semuanya dihukumi suci selain dari anjing dan babi dan hewan yang lahir dari keduanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here