Lembaga Fatwa Mesir Mengkritik Perubahan Hagia Sophia Jadi Masjid

1
1869

BincangSyariah.Com –Akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan soal perubahan Hagia Sophia menjadi masjid yang diputuskan oleh Pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Erdogan. Keputusan ini menimbulkan pro-kontra. Sikap kontra bahkan cukup kecewa tidak hanya berasal dari orang-orang Kristen Ortodoks, tapi termasuk kaum muslimin. Hagia Sophia awalnya dibangun sebagai gereja, dan telah mengalami banyak perubahan mulai dari jadi masjid di zaman Turki Ottoman dan menjadi museum komersial di era Turki Modern. Maka tidak heran jika respon berbagai pihak tidak tunggal dalam persoalan ini, ditambah lagi adanya kecurigaan Erdogan ingin menggunakan peristiwa ini untuk mengangkat popularitasnya.

Sejatinya Pengadilan tinggi Administrasi Turki pun menyatakan keberatan atas permintaan sekelompok kaum agamis yang meskipun tetap berujung pada pembatalan keputusan Kabinet 1934 yang berisi kesepakatan mengubah situs tersebut menjadi museum. Kendati Erdogan menegaskan bahwa Hagia Sophia akan terbuka untuk semua kalangan, baik penduduk setempat atau orang asing, Muslim dan non-Muslim, tetap saja usaha tersebut menuai banyak kritikan.

Salah satu lembaga yang mengkritik perubahan Hagia Sophia menjadi masjid adalah Lembaga Fatwa Mesir. Megutip dari al-Quds, Lembaga Fatwa Mesir mengklaim bahwa Erdogan berusaha tampil sebagai ‘khalifah’ umat Islam, dan juga mengklaim bahwa Presiden Turki tersebut berusaha menggunakan isu ini untuk mencapai keuntungan politik, tegasnya “untuk menyelamatkan popularitasnya yang goyah akibat pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi di Turki.”

Lembaga Fatwa juga memandang peristiwa ini, yaitu soal mHagengubah gereja tua “Hagia Sophia” menjadi masjid, termasuk publikasi video Erdogan ketika ia membaca Al-Quran di bulan Ramadhan yang lalu, sebagai bentuk dukungan politis dari “kelompok agama”.

Lembaga fatwa Mesir ini mengatakan, “Persoalan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sejatinya sudah diajukan beberapa dekade lalu, namun tetap saja ia senantiasa menjadi alat propaganda di tangan beberapa politisi dalam kampanye mereka untuk menarik pemilih, terutama kaum agamawan.

Baca Juga :  Sejarah Aya Sofya: Museum yang Pernah Menjadi Gereja dan Masjid

Hagia Sophia dibangun sebagai gereja selama era Bizantium pada tahun 537 M, dan fungsinya bertahan selama 916 tahun sampai Ottoman menduduki Istanbul pada tahun 1453 yang kemudian mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Pada tahun 1934, Hagia Sophia diubah menjadi museum dengan keputusan yang dikeluarkan Republik Turki modern.

1 KOMENTAR

  1. Semoga Allah menimpahkan teguran kepada pengurus lembaga Patwa Mesir yg bodoh dan cudas atas omongannya dan bermuatan keledai, Ya Allah berikan kesabaran dan ketabahan pd hambamu yg berjuang menegakkan agamamu di bumi MU yaitu bpk Erdogan, berikan kesehatan, panjang umur, Reski dan perlindungan- MU. Yg tdk setuju banyak ulasannya dgn, naikkan popularitas, mau jadi pemimpin hilafah Islam, sedih tertekan, pikirannya ke Hagia Sophia, mengubah situs budaya dunia, dll semua itu ibarat mereka tdk mau menerima kebenaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here